Pesawat Pemadam Kebakaran Australia Hercules C-130 Dipastikan Jatuh, 3 Orang Tewas

Anton Suhartono ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 13:10 WIB
Pesawat Pemadam Kebakaran Australia Hercules C-130 Dipastikan Jatuh, 3 Orang Tewas

Pesawat pemadam kebakaran Australia Hercules C-130 dipastikan jatuh (Foto: RFS via AP)

SYDNEY, iNews.id - Pesawat pemadam kebakaran New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS), Australia, dipastikan jatuh, Kamis (23/1/2020). Tiga kru dinyatakan tewas.

Pesawat Hercules C-130 itu jatuh saat melakukan water bombing di pegunungan Snowy Monaro, dekat Sydney, pada Kamis siang.

Baca Juga: Pesawat Pemadam Kebakaran Australia Hercules C-130 Hilang saat Water Bombing, Diduga Jatuh

Komisioner NSW RFS Shane Fitzsimmons mengatakan, pesawat hilang kontak dengan menara sebelum pukul 13.30 waktu setempat.

Fitzsimmons menambahkan, akibat kejadian ini, pemilik pesawat yakni perusahaan Kanada Coulson Aviation mengandangkan semua armada Hercules C-130 yang difungsikan sebagai pemadam kebakaran di NSW dan Victoria.

Perusahaan akan menunggu hasil penyelidikan untuk memastikan apakah pesawat buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat, itu masih dianggap layak melanjutkan misi pemadaman atau tidak.

Menurut situs web RFS, pesawat tanker air besar ditempatkan di New South Wales sejak akhir 2019. Pesawat Hercules C-130 dan Boeing 737 itu dapat membawa lebih dari 15.000 liter air dan cairan pemadam api lainnya.

Insiden ini merupakan pukulan berat bagi upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Australia yang pada Kamis memasuki gelombang baru. Dalam sepekan terakhir, sebagian besar api kebakaran hutan dan lahan di New South Wales dan Victoria berhasil dijinakkan dengan dukungan hujan dan cuaca dingin.

Namun suhu tinggi dan angin kencang memicu gelombang kebekaran baru di beberapa daerah Australia timur, menghidupkan kembali kebakaran di NSW.

Kebakaran hutan di pegunungan Snowy Monaro, sekitar 5 jam perjalanan dari Sydney, telah melumat hampir 94.000 hektare lahan.

Australia menghadapi gelombang kebakaran hutan dan lahan yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak September 2019, menewaskan sedikitnya 29 orang dan menghancurkan lebih dari 2.000 rumah.

Editor : Anton Suhartono