Pesawat SpaceX Pulangkan Astronot AS dari Stasiun Luar Angkasa Internasional ke Bumi

Anton Suhartono · Minggu, 02 Agustus 2020 - 08:39 WIB
Pesawat SpaceX Pulangkan Astronot AS dari Stasiun Luar Angkasa Internasional ke Bumi

Doug Hurley (kiri) dan Bob Behnken (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Pesawat luar angkasa SpaceX, Crew Dragon, lepas landas dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Sabtu malam waktu AS atau Minggu (2/8/2020) pagi WIB, membawa dua astronot AS.

Pesawat milik perusahaan Elos Musk itu memulai perjalanan kembali ke Bumi yang diperkirakan tiba di stasiun peluncuran Florida pada Minggu waktu setempat.

Rekaman video yang ditayangkan badan antariksa NASA menunjukkan kapsul menjauh dari ISS sekaligus menandai berakhirnya misi para astronot, Doug Hurley dan Bob Behnken, selama 2 bulan.

"Mereka berangkat!" demikian cuitan NASA.

NASA lalu menyampaikan cuitan selanjutnya, kapsul berada di lintasan yang aman.

Lokasi pendaratan mereka adalah lepas pantai Florida barat. Hal yang mengkhawatirkan waktu pendaratan akan bersamaan dengan badai tropis Isaias.

NASA memutuskan melanjutkan pemulangan dua astronotnya setelah otoritas cuaca menurunkan status badai tropis itu.

"Tim bekerja sangat keras, terutama dengan dinamika cuaca selama beberapa hari ke depan di Florida," kata Hurley, dalam seremoni perpisahan dengan ISS.

Sementara itu Behnken mengatakan, bagian tersulit dari kepulangan adalah peluncuran dari ISS.

Sementara itu kepala misi NASA ke ISS Chris Cassidy menyebut kepulangan ini sebagai hari menyenangkan sembari memuji pentingnya memiliki sarana baru untuk mengirim astronot selanjutnya.

Misi yang diluncurkan pada 30 Mei itu merupakan yang pertama kali bagi AS sejak 9 tahun terakhir. AS tak mengirim langsung astronotnya ke ISS menggunakan pesawat sendiri sejak 2011 ketika program pesawat luang angkasa berakhir. Selama ini astronot AS menumpang pesawat luar angkasa Rusia Soyuz untuk mengirim misi luar angkasa. Tiketnya 80 juta dolar AS per kursi.

Ini juga pertama kalinya perusahaan swasta terbang ke ISS membawa astronot. Pemerintah AS membayar SpaceX serta perusahaan Boeing total sekitar 7 miliar dolar AS untuk misi ini. Namun Boeing mundur setelah gagal dalam uji coba pada akhir tahun lalu, sehingga menyisakan SpaceX.

Editor : Anton Suhartono