Pidato di Singapura, Wapres AS Tuduh China Mengintimidasi soal Klaim Laut China Selatan

Anton Suhartono ยท Selasa, 24 Agustus 2021 - 14:27:00 WIB
Pidato di Singapura, Wapres AS Tuduh China Mengintimidasi soal Klaim Laut China Selatan
Kamala Harris menuduh China melakukan pemaksaan dan intimidasi atas klaim Laut China Selatan (Foto: Reuters)

SINGAPURA, iNews.id - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris menuduh China melakukan pemaksaan dan intimidasi untuk mendukung klaim atas di Laut China Selatan. Pernyataan itu disampaikan di Singapura, Selasa (24/8/2021), dalam rangkaian kunjungannya di Singapura.

Ini merupakan komentar paling keras yang disampaikan Harris soal klaim teritorial China atas Laut China Selatan yang memicu konflik dengan beberapa negara Asia Tenggara.

Dalam pidatonya, Harris memaparkan visi AS untuk kawasan yang dibangun di atas prinsip hak asasi manusia (HAM) serta dan tatanan hukum internasional.

"Kami tahu Beijing terus memaksa, mengintimidasi, dan mengklaim sebagian besar Laut China Selatan," kata Harris, dikutip dari Reuters.

"Klaim yang melanggar hukum ini telah ditolak oleh keputusan Pengadilan Arbitrase Tahun 2016, dan tindakan Beijing terus merusak tatanan berbasis aturan dan mengancam kedaulatan negara," katanya, merujuk pada putusan pengadilan internasional di Den Haag, Belanda.

China menolak keputusan pengadilan tersebut dan tetap mempertahankan klaimnya atas sebagian besar perairan Laut China Selatan yakni sembilan garis putus-putus. Di dalam garis itu ada wilayah yang juga diklaim oleh Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Vietnam.

Bahkan China telah mendirikan pos-pos militer di pulau buatan di perairan sengketa yang juga menjadi jalur pelayaran vital. Wilayah perairan itu juga kaya akan sumber daya laut serta mengandung gas.

Sementara itu Angkatan Laut AS secara turin melakukan operasi kebebasan navigasi melalui perairan yang disengketakan. China menentang misi AS itu dengan menyatakan tidak membantu mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel: