Pihak Bertikai Perang Yaman Sepakat Gencatan Senjata 2 Bulan, Dunia Memberi Apresiasi
ADEN, iNews.id - Pihak-pihak bertikai dalam konflik Yaman menyepakati gencatan senjata selama 2 bulan. Ini merupakan kali pertama dalam beberapa bulan, gencatan senjata dicapai setelah perang selama 7 tahun yang memicu tragedi kemanusiaan terbesar di dunia.
Kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi PBB, yakni antara koalisi dipimpin Arab Saudi dan pemberontak Houthi yang didukung Iran, merupakan langkah paling signifikan untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan puluhan ribu orang itu.
Utusan khusus PBB Hans Grundberg mengatakan, gencatan senjata 2 bulan berlaku mulai Sabtu (2/4/2022) pukul 19.00 waktu setempat dan dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua pihak. Sabtu juga bersamaan dengan dimulainya puasa Ramadan di negara-negara Arab.
"Tujuan dari gencatan senjata ini untuk memberikan istirahat yang diperlukan bagi warga Yaman yang dari kekerasan, bantuan dari penderitaan kemanusiaan, dan yang paling penting berharap bahwa konflik ini mungkin diakhiri," kata Grundberg, seraya berharap gencatan senjata ini berlangsung permanen, dikutip dari Reuters.
Sekjen PBB Antonio Guterres juga menyambut gembira gencatan senjata ini dan menekankan harus menjadi langkah pertama untuk mengakhiri perang yang menghancurkan.