Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang
Advertisement . Scroll to see content

PM Australia Minta China Berikan Akses pada Jurnalis yang Ditahan untuk Bertemu Keluarga

Rabu, 07 September 2022 - 11:02:00 WIB
PM Australia Minta China Berikan Akses pada Jurnalis yang Ditahan untuk Bertemu Keluarga
Cheng Lei (46) ditahan pemerintah China karena dituduh membocorkan rahasia negara kepada asing. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SYDNEY, iNews.id - Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese meminta pemerintah Beijing memberikan akses kepada jurnalis yang ditangkap China agar dapat berkomunikasi dengan keluarganya. 

Cheng Lei (46) masih menunggu putusan pengadilan Beijing menyusul sidang tertutup pada Maret lalu. Pejabat konsuler Australia dilarang menghadiri persidangan. 

"Cheng Lei harus memiliki akses ke keluarganya. Australia terus membuat perwakilan dan kami memiliki pandangan yang sangat kuat tentang perawatannya. Pemerintah China perlu berbuat lebih baik," kata Albanese kepada wartawan.

Sebelum ditahan pada Agustus 2020, Cheng merupakan pembawa acara berita bisnis China, CGTN. Dia dituduh membeberkan rahasia negara kepada pemerintah asing.

Keluarga Cheng mengatakan, dua anak dan orang tuanya yang sudah lanjut usia tinggal di Australia. Mereka mengaku tidak dapat melakukan kontak dengan Cheng sejak dia ditahan.

Dalam wawancara televisi dengan ABC 7:30, Duta Besar China untuk Australia, Xiao Qian pada Selasa (6/9/2022) mengatakan, dia bersimpati kepada keluarga, anak-anak, dan kerabat Cheng. Dia berusaha memfasilitasi akses yang lebih mudah berdasarkan pertimbangan kemanusiaan.

Cheng lahir di China dan pindah bersama orang tuanya ke Australia saat masih kecil. Dia kemudian kembali ke China untuk membangun karir televisi pertama dengan CNBC pada 2003. Pada 2012 dia bergabung dengan CGTN China.

Para menteri luar negeri Australia dan China bertemu pada Juli untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, di sela-sela pertemuan G20 di Bali.

Hubungan antara dua mitra dagang utama tegang setelah China memberikan sanksi pada produk Australia dari batu bara hingga anggur. Australia mendesak penyelidikan tentang asal-usul COVID-19 dan memberlakukan larangan jaringan 5G pada raksasa telekomunikasi Huawei.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut