PM India Narendra Modi Sebut Yoga Bisa Lindungi Diri dari Virus Corona

Anton Suhartono ยท Jumat, 19 Juni 2020 - 13:09 WIB
PM India Narendra Modi Sebut Yoga Bisa Lindungi Diri dari Virus Corona

Narendra Modi (Foto: AFP)

NEW DELHI, iNews.id - Perdana Menteri India Narendra Modi menyebut yoga bisa menjadi perisai untuk melindungi diri dari virus corona.

Dalam pesan video yang dirilis pada Kamis (18/6/2020) menjelang peringatan Hari Yoga Dunia pada Minggu mendatang, Modi mengatakan, praktik yoga bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

"Kita tahu bahwa sampai saat ini belum ada tempat di dunia yang berhasil mengembangkan vaksin Covid-19 atau virus corona. Itulah sebabnya, untuk saat ini hanya kekebalan yang baik dapat bertindak sebagai perisai atau pengawal bagi kita dan anggota keluarga. Yoga adalah teman tepercaya kita dalam membangun perisai ini,” kata Modi, seperti dilaporkan kembali AFP, Jumat (19/6/2020).

Selain sebagai pencegahan, yoga juga diyakini mampu meredakan tekanan yang dialami orang-orang akibat wabah.

"Yoga berpotensi menanggulangi tantangan mental, fisik, dan psikologis. Ini menguji bagaimana seseorang dapat hidup di masa yang penuh tantangan ini," kata Modi.

Sejak terpiih menjadi perdana menteri pada 2014, Modi aktif mempromosikan yoga dan pengobatan tradisional India ke dunia.

Dia juga mengusulkan Hari Yoga Dunia ke PBB dan mendapat persetujuan di tahun yang sama.

Peringatan Hari Yoga Dunia biasanya diramaikan dengan latihan massal, tidak hanya di India tapi seluruh dunia.

Namun untuk tahun ini, Modi meminta agar perayaan digelar di ruang tertutup terkait kekhawatiran virus corona.

Ironisnya, kasus virus corona di India terus melonjak sejak sepekan terakhir. Bahkan India kini di posisi keempat dunia dalam kasus infeksi dengan total pasien lebih dari 366.000 orang. Pemerintah berpacu dengan waktu menyediakan fasilitas medis di zona merah seperti Delhi dan Mumbai. Di Delhi, otoritas setempat menyulap ratusan hall menjadi fasilitas darurat peawatan pasien Covid-19 terbesar di dunia yang dilengkapi 10.000 tempat tidur.

Editor : Anton Suhartono