PM Qatar Sheikh Mohammed Ungkap Alotnya Perundingan Damai Israel-Hamas
PARIS, iNews.id - Negara-negara mediator gencatan senjata Israel-Hamas sepakat untuk menunda pembahasan isu-isu sensitif proposal perdamaian Gaza yang diusulkan Presiden AS Donald Trump. Kedua pihak belum menemukan kata sepakat terkait beberapa isu, seperti perlucutan senjata Hamas.
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan kepada surat kabar The New York Times, pihak-pihak yang bertikai belum siap mencapai kesepakatan menyeluruh.
Kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas, kata Sheikh Mohammed, menyisakan beberapa isu paling pelik untuk dibahas di tahap selanjutnya, termasuk masa depan persenjataan Hamas serta pemerintahan Gaza.
“Jika melakukan negosiasi paket lengkap, kami tidak akan mencapai hasil ini,” kata Sheikh Mohammed, dikutip Senin (13/10/2025).
Pria yang juga menjabat Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar itu menegaskan, Hamas telah menyatakan kesediaan untuk membicarakan hubungan yang berbeda dengan Israel.
“Hamas sebenarnya terbuka untuk berdiskusi tentang bagaimana mereka tidak akan menjadi ancaman bagi Israel,” ujarnya.
Sheikh Mohammed mengatakan, satu pertanyaan yang perlu dijawab adalah kepada siapa Hamas akan menyerahkan senjata. Ada perbedaan mencolok antara Hamas yang memberikan senjatanya kepada otoritas Palestina atau kepada entitas lain.
Masih belum jelas kapan negosiasi mengenai perselisihan yang masih berlangsung antara Israel dan Hamas akan dimulai.
Hamas sebelumnya menyatakan bersedia menyetujui gencatan senjata jangka panjang dengan Israel.
Pada Maret, kepala juru runding Hamas, Khalil Al Hayya, mengatakan kepada para pejabat AS di Qatar, kelompoknya terbuka untuk gencatan senjata selama 5 hingga 10 tahun. Pada periode itu Hamas akan meletakkan senjata.
Namun terkait proposal damai Trump, Hamas menentang pelucutan senjata sebelum Tentara Nasional Palestina didirikan. Hamas juga mengusulkan dialog nasional Palestina mengenai masa depan Gaza, termasuk tentang nasib persenjataannya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan psersenjataan Hamas harus dilucuti sebelum perang di Gaza berakhir secara permanen.
Hamas telah lama menganggap tuntutan tersebut sama saja dengan menyerah dan memandang perjuangan bersenjata sebagai bentuk perlawanan yang sah terhadap penjajahan Israel atas Palestina.
Netanyahu pernah berjanji untuk melucuti Hamas serta mendemiliterisasi Gaza, baik melalui diplomasi maupun kekerasan.
“Entah itu akan dicapai dengan cara mudah atau dengan cara yang sulit, tetapi itu akan tercapai," ujarnya.
Editor: Anton Suhartono