Polisi Malaysia Ungkap Penyelundup 43.000 Imigran Ilegal Libatkan Aparat Korup

Arif Budiwinarto ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 20:15 WIB
Polisi Malaysia Ungkap Penyelundup 43.000 Imigran Ilegal Libatkan Aparat Korup

Polisi Malaysia ungkap penyelundupan imigran lewat jalur laut (foto: SCMP)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Pihak berwenang negara bagian Johor, Malaysia, berhasil mengungkap dan menangkap anggota sindikat penyelundupan manusia terbesar di negara itu. Dalam menjalankan operasinya, sindikat melibatkan aparat korup.

South China Morning Post (SCMP) melaporkan, Jumat (10/7/2020), sindikat penyelundup manusia itu sudah "membantu keluar-masuk" 43.000 orang dari dan ke Malaysia. Operasi mereka selama ini terbilang aman sebab melibatkan polisi, petugas imigrasi serta tentara perbatasan yang bisa disuap.

Dari 1 April hingga 8 Juli kemarin, Polisi Johor telah menangkap 122 tersangka penyelundupan manusia termasuk 14 polisi, lima tentara dan empat petugas imigrasi. Aktivitas penyelundupan tersebut diketahui telah berlangsung sejak 2014 dan menghasilkan 60 juta ringgit (Rp203 miliar).

Inspektur Jenderal Polisi, Ahmad Hamid Bador, melabeli aparat keamanan korup tersebut sebagai pengkhianat karena memungkinkan ribuan imigran melanggar perbatasan negara.

"Dari penyelidikan kami, tindakan petugas keamanan dan imigrasi yang buruk ini telah benar-benar merusak keamanan nasional. Mereka melakukannya karena keserakahan," katanya.

Sementara itu, Kepala Polisi Johor Baru, Ayob Khan Mydin Pitchay, meyakini penangkapan tersebut dapat membuka praktik-praktik ilegal lainnya yang melibatkan aparat hukum.

"Tanpa bantuan polisi dan tentara, yang memberi petunjuk pada penyelundup mengenai operasi keamanan akan jauh lebih sulit bagi mereka untuk beroperasi," tutur Ayob.

Ayob mengatakan para polisi korup itu mendapat bayaran mulai dari 500 ringgit (Rp1,7 juta) hingga 16.000 ringgit (Rp54 juta) setiap bulan. Sedangkan penyelundup mematok biaya 1.400 ringgit per orang untuk membawanya keluar atau masuk Malaysia sekali jalan. Dalam seminggu sindikat penyelundup bisa empat kali beroperasi dengan membawa 100 orang per perjalanan.

"Itu berarti sindikat pernah membawa 43.200 imigran ilegal dengan keuntungan lebih dari 60,48 juta ringgit (Rp203 juta)," kata lanjut Ayob.

Imigran yang paling banyak memakai jasa sindikat penyelundupan tersebut berasal dari Indonesia. Mereka umumnya menempuh rute laut menggunakan perahu dari Batam ke Kota Tinggi di Johor.

Berdasarkan data prakiraan Organisasi Internasional untuk Migrasi, dalam rentang 2010 sampai 2017 jumlah pekerja asing yang terdokumentasi di Malaysia meningkat dari 1,7 juta menjadi 2,2 juta. Sedangkan pada 2018, pekerja tak resmi melonjak dari 2 juta ke 4 juta.

Editor : Arif Budiwinarto