Polisi New York Terancam 7 Tahun Penjara karena Cekik Pria Kulit Hitam hingga Pingsan

Anton Suhartono ยท Jumat, 26 Juni 2020 - 06:37:00 WIB
Polisi New York Terancam 7 Tahun Penjara karena Cekik Pria Kulit Hitam hingga Pingsan
Aksi David Afnador mencekik tersangka kejahatan direkam pengguna jalan (Foto: Twitter)

NEW YORK, iNews.id - Seorang polisi yang bertugas di Departemen Kepolisian New York (NYPD), Amerika Serikat, David Afnador (39), ditahan karena mengunci leher atau mencekik pria kulit hitam tersangka kejahatan hingga pingsan.

Afnador merupakan polisi New York pertama yang ditahan di bawah aturan baru larangan mencekik tersangka kejahatan yang disahkan DPRD negara bagian dan disetujui Gubernur Andrew Cuomo beberapa pekan lalu.

Aturan ini dibuat terkait kematian George Floyd oleh polisi Minneapolis pada 25 Mei lalu. Floyd meninggal setelah berteriak tak bisa bernapas karena lehernya ditindih menggunakan lutut oleh polisi Derek Chauvin.

Afanador menyerahkan diri dan didakwa melakukan pencekikan tingkat dua dan tingkat pertama. Jika terbukti bersalah, dia menghadapi hukuman 7 tahun penjara, seperti dikutip dari AFP, Jumat (26/6/2020).

Peristiwa tersebut terjadi pekan lalu di Rockaway dan sempat menjadi viral setelah video rekamannya dirilis polisi dan netizen. Jaksa Distrik Queens menyebut korban, Ricky Bellevue (35), pingsan setelah dibekuk Afnador bersama dua petugas lainnya.

Sebenaranya Afnador langsung ditindak dengan diberhentikan sementara oleh NYPD, namun tidak ditahan.

NYPD sebenaranya sudah melarang petugas mencekik tersangka kejahatan sejak 1993, namun pada praktiknya masih terus digunakan dan pelaku jarang dihukum.

Ternyata Afanador bukan baru kali ini tersangkut masalah disiplin. Dia melakukan sejumlah aksi berlebihan sejak 2009, termasuk pencekikan tersangka pada 2010.

Pada 2014 dia menghadapi tuntutan setelah video yang menunjukkan dia mencambuk seorang tersangka remaja terkait kasus narkoba. Namun dia dibebaskan setelah menjalani hukuman percobaan lalu kembali bertugas di NYPD.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda