Politikus Bolivia Desak Penggunaan Cairan Beracun sebagai Obat Covid-19

Arif Budiwinarto ยท Minggu, 02 Agustus 2020 - 21:25 WIB
Politikus Bolivia Desak Penggunaan Cairan Beracun sebagai Obat Covid-19

Cairan pembersih Klorin Dioksida (foto: ist)

COCHABAMBA, iNews.id - Penanganan Covid-19 di Bolivia semakin mengkhawatirkan setelah beberapa anggota parlemen berupaya meloloskan penggunaan cairan pembersih beracun sebagi terapi penyembuhan virus tersebut.

Salah satu anggota parlemen yang paling vokal mengusulkan penggunaan cairan klorin dioksida untuk pengobatan Covid-19 adalah Dionisio Flores. Di kota Cochabamba, Flores memperlihatkan kepada publik cairan pembersih tersebut dalam dua bungkus besar.

Suara Flores ternyata banyak didengar oleh warga di Kota Andes, mereka beramai-ramai mengantri di depan toko-toko untuk membeli cairan disinfektan yang diyakini oleh Flores bisa mengobati infeksi Covid-19.

"Pihak berwenang mengatakan Anda harus berkonsultasi dengan dokter Anda," kata Flores dikutip dari Reuters, Minggu (2/8/2020).

"Dokter apa, kita tidak pernah punya dokter! Orang miskin, tidak punya dokter," lanjutnya.

Cairan Klorin dioksida sebagian besar digunakan untuk mendisinfeksi persediaan air minum dan tidak pernah secara legal digunakan atau dijual untuk pengobatan pada tubuh manusia.

Kementerian Kesehatan Bolivia secara tegas menyebut cairan tersebut bukan pengobatan Covid-19 yang efektif. Mereka juga sudah mengeluarkan peringatan keras agar tidak mencoba mengonsumsinya.

Pada 20 Juli lalu, Kemenkes Bolivia menyatakan lewat media sosial bahwa efek berbahaya dari klorin dioksida pada tubuh manusia adalah gagal hati akut, tekanan darah rendah, dehidrasi, muntah parah dan gagal alat pernapasan.

Kementerian terkait telah mengancam akan menuntut mereka yang mempromosikan penggunaan cairan klorin dioksida yang tidak ilmuah sebagai pengobatan Covid-19. Akan tetapi, sejauh ini belum ada tindakan hukum tegas terhadap individu atau entitas tertentu.

Bolivia menjadi salah satu negara paling terdampak Covid-19 di Amerika Selatan. Data per hari Minggu (2/8/2020) mencatat 78.793 kasus positif Covid-19 dengan angka kematian 3.064.

Editor : Arif Budiwinarto