Prancis Bakal Diguncang Demo Besar Lagi, Pemerintah Kerahkan Tentara
PARIS, iNews.id - Pemerintah Prancis akan mengerahkan personel militer untuk membantu kepolisian mengamankan demonstrasi besar-besaran yang kembali digelar pada Sabtu (24/10/2026).
Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan, personel militer dibutuhkan karena keterbatasan jumlah polisi untuk mengamankan demonstrasi yang berlangsung di penjuru Prancis.
"Kami akan mengerahkan pasukan dari operasi Sentinelle, tentu saja, untuk menggantikan pasukan keamanan internal, terutama untuk tugas-tugas penjagaan fasilitas," ujar Nunez, kepada anggota parlemen Majelis Nasional Prancis, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (21/10/2026).
Pengerahan militer, lanjut dia, akan mengurangi beban polisi dan gendarme dalam menjaga ketertiban umum.
Demonstrasi yang melanda seluruh Prancis meletus pada akhir pekan lalu diwarnai dengan bentrokan serta perusakan dan penjarahan toko-toko barang mewah.
Aksi protes itu dilakukan menyusul unjuk rasa siswa SMA sejak bulan lalu yang memprotes kondisi pendidikan di negara itu. Isu pun meluas, mengangkat soal tingginya biaya hidup.
Demonstrasi yang semula dilakoni siswa SMA di Paris dan kota-kota lain itu kini diramaikan kelompok lain seperti buruh dan mantan aktivis Rompi Kuning.
Data Kementerian Dalam Negeri Prancis mengungkap, sekitar 550.000 demonstran turun ke jalan pada akhir pekan.
Editor: Anton Suhartono