Prancis Rusuh! Butik Mewah dan Toko Ponsel Dijarah, Kantor Pemerintah Dibakar
“Kita semua bersatu melawan para penebar kekacauan, yang hanya berusaha merusak institusi kita dan mencegah mereka yang secara damai menyampaikan tuntutan,” kata Macron dalam pernyataan di media sosial X.
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu juga menegaskan pemerintah tidak akan tunduk pada intimidasi. Dia menyalahkan kerusuhan tersebut kepada kelompok sayap kiri ekstrem dan para pelaku kriminal, terlebih aksi berlangsung beberapa bulan menjelang pemilihan presiden (pilpres).
“Kepada mereka yang jelas-jelas ingin menggunakan kekerasan ini sebagai ‘pemanasan’ sebelum pemilihan presiden, saya sampaikan dengan tegas: Kami tidak akan membiarkan diri kami diintimidasi. Tidak seorang pun bisa memaksakan agenda politik mereka melalui kekerasan,” tulis Lecornu di X.
Dia menambahkan, polisi telah menangkap sekitar 1.200 orang di seluruh Prancis. Pemerintah memperkirakan sekitar 550.000 orang mengikuti demonstrasi tersebut. Namun, serikat pekerja CGT menyebut jumlah peserta aksi mencapai 800.000 orang.
Kerusuhan tersebut menjadi tantangan serius bagi pemerintah Prancis. Selain menghadapi tuntutan masyarakat, aparat juga harus menangani aksi kekerasan dan penjarahan yang terjadi di tengah demonstrasi berskala besar.
Editor: Anton Suhartono