Demonstrasi Prancis Rusuh, Presiden Macron: Ada yang Ingin Bikin Kacau
PARIS, iNews.id - Presiden PrancisEmmanuel Macron menuding ada pihak yang sengaja menebar kekacauan di tengah demonstrasi rusuh yang melanda negaranya. Dia berjanji menuntut dan menghukum para pelaku kekerasan yang merusak fasilitas umum, menjarah toko, hingga bentrok dengan polisi.
Demonstrasi yang berlangsung di berbagai kota di Prancis pada Sabtu (17/10/2026) itu diikuti ratusan ribu orang, termasuk pelajar dan mantan aktivis gerakan "rompi kuning". Aksi yang awalnya menyuarakan penolakan terhadap tingginya biaya hidup dan penurunan layanan publik tersebut berubah menjadi kerusuhan.
Macron menegaskan, pemerintah tidak akan membiarkan kelompok perusuh merusak institusi negara dan menghalangi masyarakat yang ingin menyampaikan tuntutan secara damai.
“Kita semua bersatu melawan para penebar kekacauan, yang hanya berusaha merusak institusi kita dan mencegah mereka yang secara damai menyampaikan tuntutan,” kata Macron dalam pernyataan di media sosial X, dikutip Minggu (18/10/2026).
Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu juga menegaskan pemerintah tidak akan tunduk pada intimidasi. Dia menuding kelompok sayap kiri ekstrem dan para pelaku kriminal memanfaatkan demonstrasi untuk melancarkan kekerasan, terutama menjelang pemilihan presiden (pilpres).