Presiden Duterte Mengaku Pernah Tusuk Orang, Jubir: Itu Hanya Candaan
DANANG, iNews.id – Pengakuan mengejutkan disampaikan Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat berpidato di hadapan warganya di Danang, Vietnam, Kamis 9 November 2017. Dia mengaku pernah menusuk orang hingga tewas.
Tapi pernyataan Duterte itu dianggap hanya candaan oleh juru bicaranya, Harry Roque. Duterte memang kerap melemparkan pernyataan kontroversial terkait usahanya memerangi narkoba. Dia ingin menunjukkan sikap tegas melawan para pelaku kejahatan obat terlarang dengan pernyataan-pernyataan kontroversial.
"Saya pikir itu hanya candaan. Presiden selalu menggunakan bahasa yang berwarna saat di luar negeri," kata Juru Bicara Duterte, Harry Roque, dalam pesan singkatnya, dikutip dari AFP, Jumat (10/11/2017).
Di Danang, Duterte juga mengancam akan menampar seorang pejabat HAM PBB, Agnes Callamard, yang sering mengkritik caranya dalam memerangi perdagangan narkoba.
"Pelapor itu, saya akan menamparnya di hadapan Anda semua. Kenapa? Karena Anda (Callamard) menghina saya," katanya lagi.
Soal pernyataan kontroversial yang sering diucap Duterte, ajudannya berkali-kali mengingatkan wartawan agar tidak selalu memercayainya. Bagi ajudan, pernyataan itu sekadar candaan atau hiperbola.
Seperti diketahui, Duterte mengaku pernah menusuk seseorang hingga tewas saat usianya masih 16 tahun. Dia juga kerap masuk-keluar penjara karena sering membuat keributan. Di lain kasus, dia pernah dikeluarkan dari kampus karena menembak teman mahasiswa yang menghinanya. Namun korban tidak sampai meninggal.
Editor: Anton Suhartono