Presiden Israel Undang Pemimpin UEA ke Jerusalem, Dikecam Organisasi Pro-Palestina

Arif Budiwinarto ยท Selasa, 18 Agustus 2020 - 09:20:00 WIB
Presiden Israel Undang Pemimpin UEA ke Jerusalem, Dikecam Organisasi Pro-Palestina
Presiden Israel undang pemimpin Uni Emirat Arab ke Jerusalem setelah normalisasi hubungan diplomatik. (foto: Reuters)

JERUSSALEM, iNews.id - Presiden Israel secara resmi mengundang pemimpin Uni Emirat Arab (UEA) berkunjung ke Jerusalem setelah kedua negara mencapai kesepakatan normalisasi hubungan.

Israel dan UEA mengumumkan normalisasi hubungan diplomatik yang disponsori oleh Amerika Serikat pada Kamis (13/8/2020). Implementasi kesepakatan tersebut diyakini dapat mengubah politik Timur Tengah mulai dari masalah Palestina hingga urusan dengan musuh bersama Israel dan negara Teluk yakni Iran.

Langkah UEA menuai kecaman keras dari negara-negara Arab, namun nampaknya mendapat dukungan dari sejumlah negara di kawasan Teluk. Sebab, langkah serupa kemungkinan besar bakal dilakukan oleh Oman dan Bahrain.

Presiden Israel, Reuven Rivlin, mengapresiasi langkah UEA memperbaiki hubungan diplomatik yang sempat terhenti bertahun-tahun. Melalui surat resmi, Reuven mengundang pangeran Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan berkunjung ke ibu kota Israel yang diakui Amerika Serikat, Jerusalem.

"Di hari yang sudah ditentukan ini, kepemimpinan diukur dengan keberanian dan kemampuannya untuk menjadi terobosan dan berpandangan jauh ke depan," tulis Presiden Reuven dalam surat resminya dikutip dari Reuters, Selasa (18/8/2020).

"Saya percaya generasi mendatang akan menghargai cara Anda, para pemimpin berani dan bijak, yang telah memulai kembali wacana tentang perdamaian, kepercayaan, dialog antara masyarakat dan agama, kerja sama, dan masa depan yang menjanjikan."

"Atas nama orang Israel dan saya pribadi menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan undangan kepada Yang Mulia untuk mengunjungi Israel dan Jerusalem menjadi tamu kehormatan kami," lanjut isi surat.

Langkah Israel mengundang UEA ditentang keras oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Anggota PLO, Wassel Abu Youssef mengutuk undangan tersebut dan mengatakan "kunjungan petinggi negara Arab ke Jerusalem memanfaatkan pintu normalisasi merupakan aktivitas yang tidak bisa diterima."

Sebelumnya, pernyataan keras dilontarkan Pemerintah Iran yang menyebut langkah UEA menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Editor : Arif Budiwinarto