Presiden Kosovo Hashim Thaci Didakwa Lakukan Kejahatan Perang

Anton Suhartono ยท Kamis, 25 Juni 2020 - 06:45:00 WIB
Presiden Kosovo Hashim Thaci Didakwa Lakukan Kejahatan Perang
Hashim Thaci (Foto: AFP)

DEN HAAG, iNews.id - Presiden Kosovo Hashim Thaci dijerat 10 dakwaaan kejahatan perang serta kejahatan terhadap kemanusiaan oleh pengadilan khusus yang didukung Uni Eropa, Rabu (24/6/2020).

Menurut pengadilan yang berbasis di Den Haag, Belanda, itu Thaci dianggap bertanggung jawab atas konflik pada 1990-an, saat Kosovo masih menjadi bagian Serbia.

Bukan hanya Thaci, kepala intelijen saat konflik berlangsung yang juga mantan ketua parlemen Kadri Veseli juga dituduh melakukan kejahatan perang oleh jaksa. Veseli membantah tuduhan itu.

Jaksa penuntut menyatakan, dakwaan terhadap Thaci dan Veseli diajukan pada 24 April namun tidak diungkapkan secara terbuka saat itu.

"Surat dakwaan tersebut menuduh bahwa Hashim Thaci, Kadri Veseli, dan para tersangka lain bertanggung jawab secara pidana atas hampir 100 pembunuhan," bunyi pernyataan, dikutip dari AFP, Kamis (25/6/2020).

Mereka juga menghadapi dakwaan lain seperti penghilangan orang secara paksa, penganiayaan, dan penyiksaan.

Kejahatan yang dituduhkan dalam dakwaan melibatkan ratusan korban asal Kosovo Albania, Serbia, Roma, etnis lain, serta lawan politik.

Saat dakwaan disampaikan Thaci sedang mempersiapkan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih, bersama mitranya dari Serbia Aleksandar Vucic. Media lokal menyebu Thaci sudah berangkat ke AS.

Namun utusan khusus AS untuk Serbia dan Kosovo Richard Grenell mengatakan, Thaci membatalkan pertemuan dengan Trump begitu mengetahui dakwaan tersebut.

"Saya menghormati keputusannya untuk tidak menghadiri pertemuan sampai masalah hukum dari tuduhan itu diselesaikan," kata Grenell, seraya meambahkan Kosovo akan diwakili Perdana Menteri Abdullah Hoti.

Sejauh ini belum bisa dipastikan di mana keberadaan Thaci. Kantor presiden enggan memberikan pernyataan.

Pengadilan khusus ini didirikan pada 2015 untuk menyelidiki kejahatan oleh gerilyawan etnik Albania yang menuntut kemerdekaan atas Serbia dalam perang 1998-1999.

Konflik itu mempertemukan gerilyawan Tentara Pembebasan Kosovo yang menuntut kemerdekaan provinsi Kosovo dengan pasukan Serbia.

Serbia akhirnya menarik diri dari wilayah itu setelah pasukan NATO melakukan pengeboman selama 11 pekan.

Pengadilan dibentuk juga setelah adanya laporan yang mngikat dari Dewan Eropa bahwa mantan pemimpin gerilyawan, termasuk Thaci, terlibat.

Editor : Anton Suhartono