Presiden Meksiko ke AS: Tak Ada yang Bisa Ancam Kami soal Perbatasan
MEXICO CITY, iNews.id - Presiden terpilih Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, berjanji negaranya tidak akan bisa diancam terkait masalah tembok perbatasan. Pernyataan itu memberikan sinyal kuat bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang ngotot dengan rencananya membangunan tembok.
"Meksiko akan menjadi kekuatan dan akan mengubah keseimbangan kekuasaan. Tidak ada yang akan mengancam kami bahwa perbatasan akan ditutup atau dimiliterisasi," kata Lopez Obrador, seperti dilaporkan AFP, Selasa (7/8/2018).
"Hal ini mungkin karena negara kami akan bertumbuh,” tuturnya, menambahkan.
Sebelumnya Trump mengatakan, meningkatnya kasus pembunuhan di Meksiko pada 2017 menjadi satu satu alasan AS meningkatkan keamanan di perbatasan.
Hakim Tolak Keinginan Trump soal Penahanan Jangka Panjang Anak Imigran
Saat kampanye pilpres pada 2016, Trump berjanji mendeportasi imigran ilegal dan membangun tembok perbatasan dengan Meksiko.
Trump menganggap para imigran sebagai penjahat. Hal ini memicu krisis diplomatik terburuk antara AS dan Meksiko.
Lopez Obrador Undang Trump ke Pelantikannya sebagai Presiden Meksiko
Pada 14 Mei, delegasi senior AS yang dipimpin Menteri Luar Negeri Mike Pompeo bertemu dengan Lopez Obrador di Meksiko. Namun pertemuan membahas tembok perbatasan itu tak membuahkan hasil.
Data statistik Pemerintah Meksiko mencatat ada 28.711 kasus pembunuhan pada 2017, tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1997.
575 Wanita Ditangkap karena Memprotes Kebijakan Imigrasi Trump
Situasi semakin memburuk dengan 15.973 kasus pembunuhan sejak awal hingga pertengahan 2018.
Editor: Nathania Riris Michico