Presiden Palestina Mahmoud Abbas Desak DK PBB Tolak Rencana Perdamaian Trump

Anton Suhartono · Rabu, 12 Februari 2020 - 10:16 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas Desak DK PBB Tolak Rencana Perdamaian Trump

Mahmoud Abbas (Foto: AFP)

NEW YORK, iNews.id - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk menolak rencana perdamaian Timur Tengah yang diusulkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kepada anggota DK PBB di Markas Besar PBB, New York, Selasa, Abbas berargumen bahwa rencana perdamaian versi Trump akan memecah tanah Palestina dan tidak akan bisa mewujudkan perdamaian abadi.

Sambil mengangkat peta Palestina, Abbas mengecam rencana itu sebagai kesepakatan 'keju Swiss' yang akan membuat Palestina menjadi negara terpecah dan tak punya kedaulatan udara, wilayah perairan, bahkan Yerusalem Timur.

"Siapa di antara Anda yang akan menerima kondisi ini?" kata Abbas, seraya memperingatkan bahwa Israel akan terus mencaplok wilayah Tepi Barat lebih luas lagi jika rencana perdamaian Trump terwujud, ujarnya seperti dikutip dari AFP.

Dia juga mengingatkan bahwa rencana perdamaian yang diumumkan pada 28 Januari itu jelas melanggar hukum internasional.

"Saya ingin mengatakan kepada Donald Trump bahwa rencana dia tidak bisa menciptakan perdamaian dan keamanan karena membatalkan legitimasi internasional. Jika Anda memaksakannya, maka tidak akan bertahan lama, tidak bisa bertahan lama," tuturnya.

Lebih lanjut Abbas mengatakan bahwa rencana perdamaian yang juga disebut 'Kesepakatan Abad Ini' itu bukan ditelurkan melalui kerja sama internasional, melainkan diusulkan satu negara dan didukung satu negara lainnya.

Palestina membatalkan rencana pemungutan suara resolusi DK PBB di saat-saat akhir. Resolusi itu bisa menegaskan penolakan internasional atas usulan perdamian Trump, sebagaimana dilakukan di Majelis Umum PBB saat menolak Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017.

Langkah Palestina itu dipuji pejabat senior AS dengan mengatakan, penggunaan cara lama di DK PBB sudah berakhir.

Dukungan Mantan PM Israel bagi Abbas

Mahmoud Abbas (kiri) menggelar jumpa pers bersama Ehud Olmert di New York (Foto: AFP)
Abbas (kiri) menggelar jumpa pers bersama Olmert di New York (Foto: AFP)

Sementara itu kabar mengejutkan disampaikan mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert. Dia  mnegaskan dukungannya terhadap Abbas.

Olmert bahkan dengan tegas menolak desakan pemerintahan PM Benjamin Netanyahu untuk tidak melibatkan Abbas. Pria yang memimpin Israel pada periode 2006-2009 itu bertemu Abbas di New York, beberapa jam setelah pertemuan DK PBB.

Olmert memang tidak mengkritik rencana perdamaian Trump, namun menegaskan bahwa setiap negosiasi perdamaian perlu melibatkan Abbas.

"Dia orang yang cinta perdamaian, dia menentang teror, karena itu dia satu-satunya mitra yang bisa kita ajak bernegosiasi. Ini akan memakan waktu tapi perundingan tetap akan berlangsung dan mitra Israel untuk perundingan ini adalah Mahmoud Abbas, presiden Otoritas Palestina," kata Olmert, dalam jumpa pers yang turut didampingi Abbas.

Sementara itu Abbas menyebut Olmert sebagai teman baik dan menegaskan ingin mengulurkan tanga kepada orang-orang Israel.

"Kami ingin mencapai perdamaian melalui cara yang damai dan negosiasi. Biar saya tegaskan lagi, kami menentang dan tidak menginginkan kekerasan," ujar Abbas.


Editor : Anton Suhartono