Presiden Palestina Mahmoud Abbas Dijadwalkan Hadiri Perayaan Natal di Bethlehem

Anton Suhartono ยท Selasa, 24 Desember 2019 - 12:41 WIB
Presiden Palestina Mahmoud Abbas Dijadwalkan Hadiri Perayaan Natal di Bethlehem

Mahmoud Abbas (Foto: AFP)

BETHLEHEM, iNews.id - Presiden Palestina Mahmoud Abbas dijadwalkan menghadiri perayaan Natal di Holy Land, Bethlehem, Selasa (24/12/2019) malam waktu setempat.

Abbas secara rutin menghadiri perayaan Natal di tempat suci itu, meski di bawah pengawasan tentara Israel.

Uskup Agung Pierbattista Pizzaballa, administrator apostolik Patriarkh Latin Yerusalem serta pejabat Katolik Roma paling senior di Timur Tengah, berangkat dari Yerusalem ke Betlehem pada Selasa pagi. Dia akan memimpin misa tengah malam di Gereja Kelahiran, tempat di mana Abbas juga hadir.

Sementara itu, sejak Senin (23/12/2019) sore, ratusan umat Kristiani dari berbagai negara dan warga lokal berkumpul di alun-alun Gereja Kelahiran untuk menyaksikan pohon Natal setinggi 15 meter.

Betlehem dekat dengan Yerusalem, namun kedua wilayah itu dipisahkan oleh tembok pemisah yang dibangun Israel.

Gereja Kelahiran dibangun pada abad keempat meskipun bangunannya sudah tak seperti saat awal pembuatan setelah hancur dilalap api pada abad keenam.

Kota kecil di Tepi Barat yang berada di bawah pendudukan Israel itu selalu dipadati peziarah dari berbagai negara setiap perayaan Natal. Di jalan-jalan kota juga akan digelar festival untuk menyemarakkan suasana.

Sementara itu untuk perayaan Natal tahun ini umat Kristiani asal Jalur Gaza yang diperbolehkan ke Bathlehem jauh dikurangi oleh otoritas Israel.

Wadie Abunassar, penasihat pemimpin gereja di Holy Land, mengatakan, Israel hanya memberi izin kepada sekitar 200 dari sekitar 900 orang yang mengajukan.

Wilayah Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza dipisahkan oleh Israel. Sangat sulit bagi warga Gaza yang ingin ke Tepi Barat, demikian pula sebaliknya.

"Terlepas dari semua tantangan, kesulitan, rasa sakit, dan masalah yang kami hadapi, kami tetap berharap pada Tuhan dan manusia," kata Abunnasar, menyesalkan kondisi ini.

Editor : Anton Suhartono