Presiden Prancis Mendadak ke Arab Saudi, Ada Apa?
"Saya mendengar posisinya sedang sulit," kata Macron, sesaat sebelum meninggalkan Dubai, sebagaimana dikutip dari AFP.
Dia menambahkan, kunjungan tersebut merupakan upayanya untuk menengahi konflik Arab Saudi dengan syiah. Tidak hanya dengan Lebanon, Arab Saudi juga bersitegang dengan kelompok Houthi selaku pemegang kendali di Yaman.
Houthi yang juga didukung oleh Iran menembakkan misil balistik ke bandara Riyadh pada Sabtu lalu, namun berhasil ditembak jatuh oleh rudal buatan Amerika Serikat.
Sementar itu Kantor Berita Arab Saudi SPA melaporkan, Prancis mendukung langkah yang dilakukan Arab Saudi terhadap Houthi. "Presiden Prancis mengutuk serangan misil Houthi ke Riyadh, dan menekankan dukungan Prancis terhadap kerajaan," demikian laporan SPA.
"Keduanya juga mendiskusikan pembangunan di Timur Tengah dan upaya untuk menjaga keamanan dan stabilitas di kawasan, termasuk berkoordinasi dalam memerangi teroris," tambahnya.
Soal program nuklir Iran, Macron menegaskan tetap berpegangan pada perjanjian 2015 meski hal itu bertentangan dengan sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Menurut Macron, tekanan AS agar kesepakatan itu dinegosiasi ulang bisa membuka celah bagi Iran untuk membangun persenjataan nuklir.
Editor: Anton Suhartono