Presiden Rouhani: Iran Berupaya Cegah Perang dengan AS Setiap Hari

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 18:34 WIB
Presiden Rouhani: Iran Berupaya Cegah Perang dengan AS Setiap Hari

Presiden Iran Hassan Rouhani. (FOTO: AFP PHOTO / HO / IRANIAN PRESIDENCY)

TEHERAN, iNews.id - Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan masih ada kemungkinan berdialog dengan dunia, meskipun ada ketegangan tinggi dengan Amerika Serikat (AS). Dia juga menekankan Iran setiap hari berupaya mencegah konfrontasi militer atau perang.

Iran menyerang militer AS di Irak pada 8 Januari dengan rudal untuk membalas pembunuhan terhadap seorang jenderal penting Iran lima hari sebelumnya di Baghdad.

"Pemerintah bekerja setiap hari untuk mencegah konfrontasi atau perang militer," kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip AFP, Kamis (16/1/2020).

"Bagi saya ini adalah masalah sehari-hari."

Meningkatnya ketegangan baru-baru ini mendorong seruan de-eskalasi dari komunitas internasional yang takut akan adanya perang besar di Timur Tengah; di mana AS memiliki banyak sekutu dan pangkalan dan Iran memiliki proksi, terutama di Irak dan Libanon.

Pada Rabu (15/1/2020), Rouhani mengatakan peluncuran rudal Iran terhadap pangkalan Irak yang digunakan oleh militer AS memberikan "kompensasi" atas kematian Jenderal Qasem Soleimani, arsitek strategi militer Timur Tengah Iran.

Dalam pidatonya pada Kamis, Rouhani mengatakan bahwa pembalasan Iran -yang menyebabkan kerusakan material yang signifikan tetapi tidak ada korban menurut militer AS- memperkuat pencegahan Iran terhadap "ancaman" Presiden Donald Trump.

Rouhani juga membela kebijakan keterbukaan terhadap dunia yang dia kejar sejak pemilihan umum pertamanya pada 2013, dan yang mendapat kecaman dari kalangan ultra-konservatif Iran.

Dia juga membela perjanjian internasional 2015 yang dirancang untuk membatasi program nuklir Iran yang kini "compang-camping" sejak Trump secara sepihak menarik AS keluar pada 2018.

Rouhani mengatakan, "(Dengan perjanjian nuklir) dalam praktiknya kami telah membuktikan bahwa mungkin bagi kami untuk berinteraksi dengan dunia."

"Tentu saja, itu sulit," akunya.

"Mereka memberi tahu kami: ada orang yang tidak boleh Anda percayai," katanya, merujuk pada retorika kalangan ultra-konservatif Iran tentang Eropa dan AS.

"Itu benar," kata presiden Iran itu.

"Jika ada orang yang dapat dipercaya, itu akan sederhana dan mudah."


Editor : Nathania Riris Michico