Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pria Keturunan Indonesia Alvin Tedjo Menang Pilwalkot di Kanada, Pesaing Akui Kalah Ucapkan Selamat
Advertisement . Scroll to see content

Profil Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia Jadi Wali Kota di Kanada

Selasa, 27 Oktober 2026 - 16:17:00 WIB
Profil Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia Jadi Wali Kota di Kanada
Alvin Tedjo, pria keturunan Indonesia, terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada (Foto: X/Alvin Tedjo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Alvin Tedjo, pria keturunan Indonesia, terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada, dalam pemilihan, Senin (26/10/2026). Politisi berusia 41 tahun itu mengalahkan wali kota petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota lainnya, Bonnie Crombie.

Kemenangan Alvin menjadi babak baru dalam perjalanan politiknya. Sebelum terpilih sebagai wali kota, dia merupakan anggota Dewan Kota Mississauga sejak 2022, mewakili Ward 2 yang mencakup kawasan Clarkson dan Lorne Park. Dia dijadwalkan mulai menjabat sebagai wali kota kedelapan Mississauga pada 15 November 2026.

Alvin merupakan putra dari orang tua yang bermigrasi dari Indonesia ke Kanada. Keluarganya menetap di Mississauga ketika dia berusia 4 tahun. Sejak saat itu, Alvin tumbuh dan menempuh pendidikan di Kanada hingga akhirnya terjun ke dunia politik.

Dikutip dari CTV News, meja pemilu CP24-CTV memproyeksikan Alvin memperoleh 39,2 persen suara atau 74.479 dukungan. Sementara itu, Parrish meraih 27,3 persen suara dan Crombie berada di posisi ketiga dengan 22,7 persen.

Dalam pidato kemenangannya, Alvin menegaskan warga Mississauga telah memilih perubahan. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada para pendukung dan mengakui besarnya tanggung jawab yang akan diembannya sebagai pemimpin kota tersebut.

“Mississauga telah memilih perubahan,” kata Alvin, disambut tepuk tangan meriah dan sorak-sorai para pendukungnya.

“Hari ini, Kota Mississauga membuat pilihan yang jelas dan bersejarah untuk menuntut perubahan di balai kota. Teman-teman, sungguh suatu kehormatan seumur hidup untuk berdiri di sini sebagai wali kota Anda berikutnya. Ini adalah tanggung jawab sangat besar yang tidak saya anggap enteng,” tuturnya.

Latar Belakang Pendidikan Alvin Tedjo

Menurut profilnya di Wikipedia, Alvin menempuh pendidikan menengah di Father Michael Goetz Secondary School. Ketertarikannya pada dunia politik sudah terlihat sejak masa sekolah, ketika dia menjabat sebagai presiden dewan siswa selama dua tahun.

Setelah lulus sekolah menengah, Alvin melanjutkan pendidikan sarjana di Queen's University di Kingston, Ontario. Dia kemudian meraih gelar master dari Harvard University di Amerika Serikat.

Latar belakang pendidikan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya sebelum memasuki pemerintahan daerah. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Alvin bekerja di Ontario Undergraduate Student Alliance (OUSA), sebuah organisasi advokasi mahasiswa yang memperjuangkan kepentingan pendidikan tinggi.

Kariernya kemudian berlanjut ke pemerintahan Provinsi Ontario. Alvin pernah menjadi staf senior bagi empat menteri yang menangani pendidikan tinggi, yakni Glen Murray, John Milloy, Brad Duguid, dan Reza Moridi.

Dia selanjutnya bekerja di Sheridan College dan Toronto Metropolitan University dalam berbagai posisi yang berkaitan dengan urusan publik.

Perjalanan Politik Alvin Tedjo

Sebelum memenangkan pemilihan wali kota pada 2026, Alvin telah melewati sejumlah kontestasi politik. Pada 2018, dia maju sebagai kandidat Partai Liberal Ontario untuk daerah pemilihan Oakville North—Burlington dalam pemilihan tingkat provinsi. Namun, dia tidak berhasil terpilih.

Dua tahun kemudian, Alvin mengikuti pemilihan pemimpin Partai Liberal Ontario. Dalam kontestasi yang berlangsung pada 2020 itu, dia menempati posisi kelima dari enam kandidat.

Alvin akhirnya meraih kemenangan pertamanya dalam pemilihan jabatan publik pada 2022. Dia terpilih menjadi anggota Dewan Kota Mississauga untuk Ward 2 dengan memperoleh sekitar 41 persen suara.

Sebagai anggota dewan kota, Alvin terlibat dalam berbagai persoalan perkotaan. Dalam kampanye pemilihan wali kota sebelumnya pada 2024, dia menyoroti isu kepadatan perumahan, transportasi umum, dan sejumlah persoalan perkotaan lainnya.

Namun, saat pemilihan sela wali kota Mississauga pada Juni 2024, Alvin kalah dari Carolyn Parrish. Dia memperoleh 25 persen suara, sedangkan Parrish meraih sekitar 31 persen.

Kekalahan tersebut tidak menghentikan langkah Alvin. Dia kembali mencalonkan diri dalam pemilihan wali kota 2026 dan akhirnya berhasil memenangkan persaingan.

Alvin Tedjo Menjanjikan Perubahan

Dalam pidato kemenangannya, Alvin mengatakan kampanyenya menawarkan visi menyeluruh untuk menjalankan pemerintahan kota dengan cara berbeda. Dia berjanji mendorong perubahan nyata yang memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.

“Selama kampanye ini, kami mengajukan visi menyeluruh tentang bagaimana kami melakukan berbagai hal secara berbeda dan memberikan perubahan nyata dan bermakna, yang akan berdampak positif pada kehidupan masyarakat,” katanya.

Alvin juga menyampaikan terima kasih kepada Parrish atas pengabdiannya sebagai wali kota. Dia turut mengapresiasi para pesaing lainnya, termasuk Crombie dan Dipika Damerla, serta mengakui bahwa pemilihan kali ini berlangsung sulit.

Crombie langsung mengucapkan selamat kepada Alvin setelah hasil pemilihan menunjukkan kemenangan politikus tersebut. Dia menyebut Alvin sebagai sosok yang penuh energi dan antusias.

“Saya sudah menghubungi Alvin Tedjo, dan saya mengucapkan selamat atas kemenangannya dan suatu kehormatan menjadi wali kota kita berikutnya,” kata Crombie kepada para pendukungnya.

Crombie juga menilai Alvin telah menginspirasi masyarakat untuk terlibat dalam kehidupan kota dan percaya bahwa mereka dapat ikut membentuk masa depan Mississauga.

Parrish turut mengakui kekalahannya dan mengucapkan selamat kepada Alvin. Dia menilai kampanyenya seharusnya lebih mampu menjawab keinginan masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

“Kesalahan saya adalah tidak menjanjikan semua hal yang diinginkan masyarakat, tidak mengurangi tekanan yang mereka alami selama masa sulit dalam sejarah perekonomian kita. Seharusnya kita menyederhanakan pesan kita,” ujar Parrish.

Meski kalah, Parrish berharap Alvin sukses menjalankan tugasnya sebagai wali kota. Dia juga menyatakan kesediaannya untuk memberikan saran kepada penerusnya tersebut.

“Dia akan menghadapi tugas berat dan dia bisa menghubungi saya kapan saja, dan saya akan memberitahu apa yang sebaiknya tidak dia lakukan,” katanya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut