Profil Batalion Sheikh Mansur, Pasukan Chechnya Pendukung Ukraina yang Bertempur Melawan Rusia
Analis intelijen dari London Politica, Olivia Gibson mencatat, setidaknya ada tiga tokoh kunci Batalion Sheikh Mansur yang berpartisipasi dalam pertempuran di Ukraina saat ini. Mereka adalah Muslim Cheberloyevsky selaku komandan batalion, Mansur (kebetulan bernama sama dengan kelompoknya—red) selaku komandan tempur, dan Islam Belokiev selaku juru bicara organisasi militer itu.
Adapun taktik pertempuran yang mereka terapkan di Ukraina adalah perang gerilya asimetris. Menurut Gibson, taktik semacam ini cocok digunakan untuk pertempuran perkotaan. Gaya perang semacam ini diasah oleh para anggota Batalion Sheikh Mansur selama Perang Chechnya dari dekade 1990-an hingga 2009.
Seperti disinggung sebelumnya, Batalion Sheikh Mansur telah hadir di Ukraina sejak 2014, ketika perang antara Moskow dan Kiev dimulai. Menurut komandan tempur batalion tersebut, Mansur, dia dan tentaranya juga diundang oleh pasukan Ukraina untuk berperang melawan Rusia sejak tahun lalu.
Mansur pun menyatakan kesediaannya, namun menegaskan bahwa batalion itu melakukannya di bawah bendera nasional mereka sendiri, yakni Republik Ichkeria (nama lain Chechnya menurut versi kelompok anti-Rusia)
“Tentu saja, kami mengoordinasikan semua tindakan kami dengan pasukan Ukraina saat kami berjuang bersama melawan musuh bersama, kejahatan bersama,” kata dia saat diwawancarai oleh Alarabiyah, tahun lalu.
Menurut dia, pasukan Ukraina telah melengkapi batalionnya dengan persenjataan yang diperlukan untuk melawan serangan Rusia di negara yang sedang dilanda perang itu.
“Batalion kami terdiri atas lebih dari 100 pria bersenjata. Mereka dianggap sebagai pasukan elite yang ditempatkan di titik-titik perang,” ungkap Sheikh Mansur.