Puluhan Mahasiswi di India Dipaksa Telanjang untuk Pemeriksaan Menstruasi

Anton Suhartono ยท Minggu, 16 Februari 2020 - 06:39 WIB
Puluhan Mahasiswi di India Dipaksa Telanjang untuk Pemeriksaan Menstruasi

Puluhan mahasiswi di sebuah kampus India dipaksa telanjang untuk pemeriksaan menstruasi (Foto: AFP)

NEW DELHI, iNews.id - Puluhan mahasiswi di sebuah kampus Negara Bagian Gujarat, India, memprotes aturan yang mengharuskan mereka telanjang untuk diperiksa apakah sedang menstruasi atau tidak.

Aturan ini diterapkan setelah petugas kampus Sahjanand Girls Institute mendapati pembalut bekas dipakai di taman.

Kampus khusus perempuan itu menduga ada mahasiswi yang melanggar aturan asrama terkait penemuan pembalut tersebut. Para mahasiswi dilarang tidur di kamar asrama jika sedang menstruasi, melainkan di ruang bawah tanah yang terisolasi. Mereka juga tak boleh ke dapur apalagi ke kuil untuk beribadah. Selama kuliah, mahasiswi yang menstruasi juga harus duduk di belakang.

Baca Juga: Sekolah Negeri di Australia Sediakan Pembalut Perempuan Gratis Mulai 2020

"Tidak ada kata-kata untuk menggambarkan penghinaan yang kami alami," kata seorang mahasiswi, dikutip dari AFP, Minggu (16/2/2020).

Otoritas perguruan tinggi memeriksa 68 mahasiswa di kamar mandi dan memerintahkan mereka menanggalkan pakaian satu per satu.

Perguruan tinggi tersebut dikelola oleh sekte Hindu Swaminarayan yang diketahui menjalankan kuil-kuil megah di seluruh dunia, termasuk London.

Sementara itu Sahjanand Girls Institute menyatakan akan membuka penyelidikan terkait laporan ini dan tak segan menindak staf yang melanggar.

"Saya sudah mengadakan pertemuan komite administratif yang akan mengambil tindakan terhadap siapa saja yang bertanggung jawab," kata pengawas perguruan tinggi, Pravin Pindoria.

Tabu mengenai perempuan yang sedang menstruasi tetap mengakar di kalangan warga India, terutama yang masih memegang tradisi.

Di beberapa wilayah, perempuan menstruasi dipaksa tidur terpisah dari anggota keluarga, bahkan terkadang di gubuk yang terpisah dengan bagunan rumah.

Editor : Anton Suhartono