Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dihukum Trump dengan Tarif 10% gegara Greenland, Belanda: Pemerasan!
Advertisement . Scroll to see content

Raja Belanda Tak Mau Gunakan Kereta Kuda Kontroversial yang Terdapat Lukisan Penjajahan

Minggu, 19 Juli 2020 - 03:15:00 WIB
Raja Belanda Tak Mau Gunakan Kereta Kuda Kontroversial yang Terdapat Lukisan Penjajahan
Raja Belanda Willem-Alexander beserta istri saat berkunjung ke Indonesia (foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

AMSTERDAM, iNews.id - Raja Belanda, Willem-Alexander, kemungkinan akan berhenti menggunakan kereta kuda upacara kenegaraan yang sempat menuai kontroversi karena menampilkan gambar-gambar penjajahan di lapisan luar kereta.

Dalam beberapa hari terakhir, kereta kerajaan Belanda yang disebut Gouden Koets atau Kereta Kuda Emas jadi sorotan tajam masyarakat dunia setelah viral di media sosial.

Dalam foto-foto yang tersebar di linimasa, kereta kayu yang dibuat pada 1898 itu sisinya dihias dengan lukisan "Penghargaan untuk Penjajah". Lukisan menampilkan gambar orang Asia dan kulit hitam membawa upeti untuk seorang perempuan kulit putih yang duduk di atas kursi takhta mewakili Kerajaan Belanda.

Kereta kuda kenegaraan Belanda dengan lukisan bertema penjajahan di bagian luarnya (foto: ist)
Kereta kuda kenegaraan Belanda dengan lukisan bertema penjajahan di bagian luarnya (foto: ist)

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, pada Juni lalu mengatakan dia memahami kereta kuda itu "memancing emosi" masyarakat luas.

"Itu semua bagian dari sejarah kami. Kereta kuda Gouden Koets masih menjalani restorasi sejak 2015," kata Rutte dikutip dari Antara.

Perdebatan mengenai hiasan berbau penjajahan di kereta kuda Kerajaan Belanda dipicu gerakan Black Lives Matter (BLM) yang muncul di Amerika Serikat menyusul kematian seorang pria kulit hitam, George Floyd, di tangan anggota polisi. Insiden itu memicu gelombang demonstrasi menuntut penghapusan kekerasan dan kesetaraan hak warga kulit hitam di seluruh dunia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut