Ratusan Mantan Perwira Israel Geram dengan Kekerasan Pemukim Yahudi di Tepi Barat
"Menurut penilaian profesional kami, tidak ada seorang pun selain Anda, Bapak Presiden, yang bisa mencegah malapetaka ini," lanjut isi surat tersebut.
CIS merupakan organisasi Zionis yang beranggotakan lebih dari 550 purnawirawan kolonel, jenderal, serta pejabat senior dari badan intelijen Mossad, Shin Bet, Kepolisian Israel, dinas luar negeri, dan lembaga keamanan lainnya. Kelompok itu menyatakan misinya adalah menjaga masa depan Israel sebagai negara demokrasi bagi bangsa Yahudi.
Dalam suratnya, CIS juga menuding ada anggota pemerintah Israel yang sengaja membiarkan situasi memburuk, termasuk memberikan perlindungan kepada para pemukim Yahudi serta pasukan Israel agar terhindar dari proses hukum.
Mereka memperingatkan bahwa meningkatnya aksi kekerasan pemukim dapat memicu dampak yang sangat serius.
"Peningkatan aktivitas teror pemukim Yahudi berisiko menimbulkan konsekuensi yang mungkin terbukti lebih dahsyat daripada serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel dan dampaknya di berbagai front," tulis CIS.
Surat tersebut muncul di tengah meningkatnya kekerasan para pemukim ilegal Israel di berbagai wilayah Tepi Barat. Pada akhir pekan lalu, bentrokan bersenjata di Kota Tal menewaskan dua warga Israel dan empat warga Palestina.
Editor: Anton Suhartono