Razan Al Najjar Tewas oleh Israel, Ibunda: Anak Saya Bukan Teroris
GAZA, iNews.id - Meninggalnya relawan medis di Gaza, Palestina, Razan Al Najjar, akibat ditembak mati sniper Israel meninggalkan duka mendalam. Tak hanya bagi keluarga dan rekan seprofesinya, tapi juga warga Palestina.
Menurut informasi dari kerabat almarhumah, Najjar ditembak dua sampai tiga kali di bagian dada hingga ambruk. Saat itu dia sedang menolong seorang pria lanjut usia yang terkena tembakan gas airmata di kepala dalam bentrokan dekat pagar perbatasan Gaza-Israel, Jumat (1/6).
Ibu Najjar, Sabreen, mengatakan, putrinya mendedikasikan diri untuk menolong para demontsran Palestina di Gaza sejak gelombang aksi unjuk rasa pecah di perbatasan pada 30 Maret lalu.
Tak terhitung berapa orang yang sudah diselamatkan perempuan berparas manis itu. Sejak aksi memperingati perebutan tanah Palestina oleh Israel dalam perang 1948 atau dikenal dengan 'Aksi Unjuk Rasa untuk Kepulangan' itu, lebih dari 120 warga Palestina tewas dan ribuan lainnya luka-luka. Umumnya mereka terkena tembakan peluru tajam.
Sabreen mengatakan, putrinya bekerja secara sukarela, bahkan tidak dibayar.
"Saya mengkhawatirkannya, tapi Razan mengatakan dia tidak takut. Dia merasa punya kewajiban untuk membantu dan mengenakan rompi medis," kata Sabreen, dikutip dari CNN.