Razan Al Najjar Tewas oleh Israel, Ibunda: Anak Saya Bukan Teroris
Sabreen melanjutkan, meskipun putrinya bertubuh mungil, namun keberaniannya sangat besar. Senjatanya hanya rompi medis. Seorang petugas kesehatan dengan pengenal resmi tak boleh dihalangi, dilukai, apalagi dibunuh, oleh lawan.
Rompi medis menjadi salah satu modal keberanian perempuan 21 tahun itu untuk maju ke garis depan menolong para korban.
"Saya terlindungi dengan rompi ini. Allah bersama saya, saya tidak takut," kata Sabreen, menirukan perkataan putrinya.
Lebih lanjut Sabreen menegaskan, keadilan atas kepergian anaknya harus ditegakkan. Putrinya hanya pekerja medis yang berusaha menyelamatkan nyawa orang lain, namun justru dibunuh.
"Saya menginginkan keadilan bagi Razan," kata Sabreen, sambil menujukkan kain kasa dari saku rompi putrinya.