Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong
Advertisement . Scroll to see content

Rekor, 71 Pesawat Militer China Masuki Zona Pertahanan Udara Taiwan 

Senin, 26 Desember 2022 - 10:38:00 WIB
Rekor, 71 Pesawat Militer China Masuki Zona Pertahanan Udara Taiwan 
China menggelar latihan perang di sekitar Taiwan (Foto: PLA)
Advertisement . Scroll to see content

TAIPEI, iNews.id - Taiwan kembali melaporkan aktivitas pesawat-pesawat militer China. Kali ini sebanyak 71 pesawat militer China memasuki Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Taiwan dalam 24 jam terakhir. Ini menjadi pengerahan pesawat militer China terbesar sepanjang 2022.

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Taiwan melaporkan pesawat militer China yang memasuki ADIZ bukan hanya jet tempur dan pesawat pengebom, tapi juga drone.

Sementara itu dari total 71 pesawat, 43 di antaranya melintasi garis tengah yang menjadi batas tidak yang membagi resmi kedua wilayah. Garis batas tersebut masuk dalam ADIZ.

Kemhan juga menyebutkan, sebagian besar pesawat militer China yang memasuki garis batas adalah jet tempur. Namun tak lama kemudian mereka kembali ke wilayah China. 

Militer China juga mengirim pesawat peringatan dini, perang elektronik, dan antikapal selam ke ADIZ. Selain itu ada pula tujuh kapal Angkatan Laut China yang terdeteksi di dekat Taiwan. 

Laporan mengenai aktivitas militer China tersebut bersamaan dengan pengumuman latihan penembakan yang dilakukan Komando Armada Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) pada Minggu. Latihan digelar di sekitar wilayah perairan dan udara Taiwan.

China menegaskan latihan penembakan tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas provokasi Taiwan dan Amerika Serikat (AS). Diketahui AS dan Taiwan menggelar latihan gabungan sebelumnya. China menganggap Taiwan masih bagian dari provinsinya, sehingga merasa tak ada pelanggaran wilayah.

Sementara itu Taiwan menuding latihan perang China tersebut sama seperti menghancurkan perdamaian di kawasan dan menakut-nakuti rakyat Taiwan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut