Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ngeri! Gajah Ngamuk Bunuh 20 Orang di India
Advertisement . Scroll to see content

Rekor Lagi, 360.000 Orang Terpapar Covid dalam Sehari di India

Rabu, 28 April 2021 - 13:27:00 WIB
Rekor Lagi, 360.000 Orang Terpapar Covid dalam Sehari di India
India kembali mencatat rekor penambahan harian kasus infeksi Covid-19, Rabu (28/4), yaitu 360.000 lebih (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id - India kembali mencatat rekor penambahan harian kasus Covid-19, berdasarkan laporan Rabu (28/4/2021), yakni 360.960 orang. Selain tertinggi secara nasional, angka penambahan harian ini juga yang tertinggi di dunia.

Dengan demikian total kasus infeksi Covid-19 di India mendekati 18 juta penderita.

Kasus kematian akibat virus corona pada Rabu juga mencatat rekor tertinggi yakni 3.293 orang, sehingga totalnya telah menembus 200.000 orang, tepatnya 201.187 korban meninggal.

Tingginya kasus kematian dipicu kelangkaan oksigen serta keterbatasan tempat tidur di rumah sakit sehingga para korban tak mendapat pelayanan memadai.

Meski demikian para pakar meragukan angka resmi itu mewakili kenyataan sesungguhnya. Ini bisa terlihat dari padatnya krematorium serta pemakaman umum.

Di Ibu Kota New Delhi, ambulans antre berjam-jam mengantar jenazah korban Covid-19 ke fasilitas krematorium darurat yang dibuka di lapangan serta tempat parkir. Jenazah dibakar seadanya menggunakan kayu bakar.

Rumah sakit di dan sekitar New Delhi mengeluhkan langkanya oksigen meskipun ada janji untuk menambah pasokan.

"Kami terpaksa menurunkan kadar oksigen pada ventilator dan perangkat lain saat tangki menunjukkan penurunan yang mengkhawatirkan," kata Devlina Chakravarty, direktur pelaksana Rumah Sakit Artemis.

Menteri Kepala Delhi Arvind Kejrilwal mengatakan, kondisi ini membuat kondisi pasien semakin parah akibat tekanan mental. Masa penyembuhannya pun tak bisa cepat.

"Gelombang kali ini sangat berbahaya. Ini sangat menular dan mereka yang tertular tidak bisa sembuh cepat. Dalam kondisi ini, bangsal perawatan intensif sangat diminati," ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut