Rencana Trump Masukkan Geng Narkoba Meksiko dalam Daftar Organisasi Teroris Ditentang

Anton Suhartono ยท Kamis, 28 November 2019 - 12:51 WIB
Rencana Trump Masukkan Geng Narkoba Meksiko dalam Daftar Organisasi Teroris Ditentang

Andres Manuel Lopez Obrador (Foto: AFP)

MEXICO CITY, iNews.id - Rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk memasukkan kartel narkoba di Meksiko dalah daftar organisasi teroris ditentang Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador.

Dengan dikategorikan sebagai organisasi teroris, maka orang-orang yang terlibat dalam geng narkoba Meksiko bisa dijatuhi sanksi oleh AS, seperti pembekuan aset dan larangan masuk.

Pernyataan itu pertama kali disampaikan Trump Selasa (26/11/2019), meski masih sebatas rencana. Dalam wawancara dengan mantan penyiar Fox News, Bill O'Reilly, Trump mengaku telah bekerja selama 90 hari untuk mempelajari proses tersebut. Menurut Trump ini penring untuk menghentikan penyelundupan obat terlarang dari Meksiko yang telah membunuh puluhan ribu warga AS.

Rencana Tump ini mendapat dukungan dari kalangan konservatif, terutama setelah pembunuhan terhadap sembilan orang, yakni enam anak-anak dan tiga perempuan dewasa warga AS-Meksiko, oleh penjahat kartel narkoba pada awal bulan ini.

Namun Meksiko menentang dengan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk mencampuri urusan dalam negeri.

Presiden Lopez Obrador mengatakan, Meksiko akan membahas masalah itu dengan AS setelah liburan Thanksgiving. Dia juga meminta menlu untuk memimpin delegasi membahas hal ini.

"Kerja sama, iya, intervensi, tidak," kata Lopez Obrador, dikutip dari Reuters, Kamis (28/11/2019).

Menlu Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan, pembicaraan akan diarahkan untuk mempertahankan kedaulatan Meksiko.

Ebrard sebelumnya mengatakan pelabelan teroris memungkinkan AS untuk bertindak langsung kepada geng bersangkutan sebagaimana terjadi di tempat lain. Ini berpotensi mengganggu kedaulatan negaranya.

Sementara itu mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, Jason Blazakis, mengatakan, pelabelan teroris untuk organisasi kriminal asing berpotensi merusak hubungan kedua negara yang pada akhirnya bisa menyebabkan kerugian ekonomi.

"Anda mengaburkan batas antara kriminalitas dan terorisme dan itu sangat bermasalah," katanya, seraya menambahkan, ada puluhan geng kriminal lainnya di seluruh dunia yang juga memenuhi syarat untuk dikategorikan teroris.

Sejauh ini Deplu AS telah memasukkan puluhan organisasi asing dalam daftar kelompok teroris. Sebagian besar merupakan militan asal Tmur Tengah, kelompok separatis, dan Marxis. Di Amerika Latin, gerilyawan sayap kiri dan kelompok paramiliter sayap kanan, keduanya terlibat dalam perdagangan narkoba, juga sudah masuk dalam daftar.

Editor : Anton Suhartono