Renggut 675.466 Nyawa, Kasus Kematian akibat Covid di AS Lampaui Pandemi Flu 1918
Meski demikian angka kasus kematian pandemi Covid saat ini dengan influenza pada 1918 tak bisa dibandingkan begitu saja.
Menurut John Barry, penulis buku 'The Great Influenza: The Story of the Deadliest Pandemic in History' kecepatan serangan Covid dan influenza sangat jauh berbeda. Selain itu jumlah korban tewas akibat influenza saat itu mayoritas anak-anak muda, sedangkan Covid membunuh lebih banyak orang berusia 65 tahun ke atas.
Pandemi 1918 menyerang dalam rentang 14 hingga 15 pekan di akhir tahun 1918, sedangkan Covid butuh waktu setahun lebih untuk merenggut jumlah nyawa yang nyaris sama.
"Jauh lebih intens, lebih menakutkan," kata Barry, merujuk pada pandemi influenza.
Hanya saja, lanjut dia, Covid bertahan lebih lama menyebabkan kerusakan ekonomi jauh lebih besar.
Editor: Anton Suhartono