Resmi Pisah dari Uni Eropa 1 Februari Pukul 6, Inggris Ingin Kerja Sama Lebih Erat dengan RI

Antara · Jumat, 31 Januari 2020 - 19:37 WIB
Resmi Pisah dari Uni Eropa 1 Februari Pukul 6, Inggris Ingin Kerja Sama Lebih Erat dengan RI

Inggris resmi tinggalkan Uni Eropa pada Sabtu 1 Februari 2020 pukul 06.00 WIB (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Duta Besar Inggris Raya untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins menilai kepergian negaranya dari Uni Eropa atau Brexit menjadi kesempatan untuk menjadi negara yang mendunia.

Inggris resmi berpisah dari Uni Eropa terhitung sejak Jumat (31/1/2020) pukul 23.00 waktu London atau Sabtu (1/2/2020) pukul 06.00 WIB.

Jenkins mengatakan, Inggris punya ambisi baru dengan menjalin kerja sama dengan negara lain, termasuk Indonesia.

Keluarnya Inggris akan menciptakan peluang besar bagi kerja sama lebih erat dengan Indonesia.

“Kami merupakan negara yang ambisius dengan ide-ide besar, dipicu oleh ambisi baru dan bertekad untuk mengidentifikasi serta mendapatkan peluang-peluang kerja sama baru,” kata Jenkins, Jumat (31/1/2020).

Dia menyebut Inggris merasa yakin akan kemampuan dalam mengambil posisi baru di dunia sebagai negara mandiri dan menunjukkan definisi sebenarnya dari slogan ‘Global Britain’, yang berarti pemerintah bervisi global, lebih ambisius dalam memperluas perdagangan internasional, dan menjadi negara perdagangan bebas dan liberal.

“Kami yakin bahwa sebagai negara terdepan dalam perdagangan bebas, ini menguntungkan bisnis, mengurangi biaya bagi konsumen, dan membantu negara-negara berkembang di dunia mencapai kemandirian ekonomi,” tuturnya.

Dia juga mengatakan Inggris akan terus melakukan perdebatan tentang perdagangan bebas dan menentang proteksionisme, karena perdagangan bebas membuat semua negara menjadi lebih makmur dan aman.

Perwujudan Inggris yang mandiri dan mendunia juga akan tercermin dalam komitmen pada isu-isu penting, termasuk penjaminan perdamaian dunia serta keberlanjutan lingkungan, melalui peran sebagai salah satu dari lima anggota permanen Dewan Keamanan (DK) PBB, serta menjadi tuan rumah COP26 pada November mendatang.

Meski memiliki semangat dan ambisi-ambisi baru yang akan menjadi penggerak usai meninggalkan Uni Eropa, Jenkins menegaskan komitmen Inggris untuk tetap mengambil peran di kawasan dengan mengutip perkataan Perdana Menteri Boris Johnson dan sejumlah pejabat negaranya.

Mereka mengatakan Inggris akan menjalin kerja sama baru dan meneruskan hubungan sebagai teman dan mitra bagi negara-negara di benua Eropa.

“Kami akan berdiri bersama sebagai kedaulatan yang setara untuk mempertahankan nilai-nilai bersama dan membela HAM dan kebebasan, memastikan toleransi dan rasa hormat terhadap orang lain, dan melindungi lingkungan,” katanya.

Editor : Anton Suhartono