Restoran di Maine AS Bius Lobster dengan Ganja, Alasannya Mulia
NEW YORK, iNews.id - Restoran di Maine, Amerika Serikat (AS), menggunakan ganja untuk menenangkan lobster sebelum dibunuh.
Charlotte's Legendary Lobster Pound, sebuah restoran di Maine, mengklaim proses tersebut lebih manusiawi karena mengurangi rasa sakit sebelum kematian.
Lobster sering dimasak dengan dijatuhkan ke dalam panci berisi air mendidih, yang dianggap kejam oleh beberapa orang. Ada semakin banyak bukti bahwa hewan krustasea itu merasakan sakit.
Pelanggan di restoran dapat memilih apakah mereka menginginkan lobster yang dibius ganja atau tidak.
Lobster yang dibius dengan ganja sebelum dibunuh. (Foto: BBC)
Semakin banyak temuan ilmiah menunjukkan, tidak hanya lobster tetapi invertebrata lain, seperti udang karang dan kepiting, yang dapat merasakan sakit.
Pada Januari, Swiss memutuskan bahwa lobster harus diam sebelum dimasukkan ke panci mendidih.
Pemilik Charlotte's Legendary Lobster Pound, Charlotte Gill, menyebut, memakan lobster yang dibius tidak akan membuat pelanggan mabuk. Dia juga mengklaim menggunakan ganja membuat daging berkualitas lebih baik, sebab hewan lebih santai saat mati.
"Jika kita akan merenggut kehidupan, kita memiliki tanggung jawab untuk melakukannya seserius mungkin," kata Gill, kepada Mount Desert Islander.
"Perbedaan yang dihasilkan di dalam daging itu sendiri tidak bisa dipercaya."
Ganja merupakan barang legal di Maine, dan Gill memiliki lisensi untuk mengembangkan serta memasoknya untuk tujuan medis.
Hukum ganja di AS bervariasi dari satu negara bagian ke negara bagian lain. Sembilan negara bagian dan Washington DC melegalkan obat tersebut.
Editor: Nathania Riris Michico