Robert Mugabe, Eks Presiden Zimbabwe 'Lumpuh' dan Dirawat di Singapura

Nathania Riris Michico ยท Senin, 26 November 2018 - 08:07 WIB
Robert Mugabe, Eks Presiden Zimbabwe 'Lumpuh' dan Dirawat di Singapura

Mantan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe. (Foto: Reuters)

HARARE, iNews.id - Mantan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe, dilaporkan tidak dapat berjalan lagi karena kondisi kesehatan yang terus memburuk. Selama dua bulan terakhir, dia berada di Singapura untuk menjalani perawatan.

Situasi Mugabe itu diutarakan Presiden Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa.

"Dia sudah berumur. Tentu dia kini tak dapat lagi berjalan. Tapi apapun yang dia minta, kami akan menyediakannya," kata Mnangagwa, seperti dilaporkan AFP, Senin (26/11/2018).

Selain Singapura, sejak lengser November 2017, Mugabe dikabarkan telah mengunjungi sejumlah negara untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

Mugabe yang kini berusia 94 tahun tercatat pernah memimpin Zimbabwe selama 37 tahun.

Mugabe dikenal sebagai figur yang turut memperjuangkan kemerdekaan Zimbabwe dari Inggris pada 1980, sebelum gelombang desakan untuk mundur ditujukan kepadanya pada 2017.

Mugabe sebelumnya diagendakan pulang ke Zimbabwe pada 15 Oktober lalu, namun batal karena alasan kondisi fisik.

Pekan ini, sekelompok pendukung Partai ZANU-PF berkumpul di Murombedzi, kampung halaman Mugabe yang berjarak sekitar 100 kilomter dari ibu kota Harare.

Mnangagwa berkata, Mugabe berencana kembali ke Zimbabwe pada 30 November mendatang.

"Kami akan menjaganya. Dia adalah bapak pendiri bangsa dan tokoh penting kemerdekaan Zimbabwe," ujar Mnangagwa.

Ketika Mugabe mundur dari posisi kepresidenan tahun lalu, Mnangagwa menerima tongkat estafet kepemimpinan negara itu. Pada Juli lalu, dia memenangkan sengketa pemilu presiden.

Mnangagwa hingga kini bersikukuh kudeta angkatan bersenjata Zimbabwe pada 2017 didasarkan pada dugaan pejabat bermasalah di lingkaran dekat Mugabe.

Mnangagwa mengatakan, ketika sejumlah alat tempur dikerahkan ke Harera, para pejabat militer menyasar pejabat korup tersebut, bukan Mugabe.

Namun setelah kejatuhannya, Mugabe menyatakan langkah militer merupakan pertimbangan utamanya untuk mengundurkan diri sebagai presiden.


Editor : Nathania Riris Michico