Rudal Tochka-U yang Bantai 50 Warga Sipil di Kramatorsk Ternyata Milik Ukraina?
Menurut statsiun televisi itu, pasukan Ukraina telah menggunakan beberapa rudal lain dari kelompok (batch) yang sama di Donbas. Perinciannya, dua kali terjadi pada 2015 dan dua kali terjadi pada tahun ini.
Kementerian Luar Negeri Rusia pada Jumat lalu menyatakan, Kiev tidak akan dapat menghindari tanggung jawab atas serangan rudal taktis Tochka-U di Kramatorsk. Sementara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, pasukan Ukraina menembakkan rudal Tochka-U ke stasiun kereta Kramatorsk dari pemukiman Dobropilya yang terletak 45 kilometer sebela barat daya kota itu.
“Tujuan serangan Kiev di stasiun kereta api adalah untuk mengganggu evakuasi massal dan menggunakan penduduk setempat sebagai perisai manusia,” kata Kemhan Rusia.
Rusia memulai operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari. Operasi itu sebagai tanggapan atas permintaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) kepada Moskow, agar memberikan mereka perlindungan terhadap serangan intensif oleh pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah di Donbas, yang memisahkan diri dari Ukraina.
Para pejabat Rusia mengatakan, tujuan operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina. Mereka mengklaim warga sipil tidak dalam bahaya akibat operasi itu.
Menanggapi tindakan militer Rusia tersebut, negara-negara Barat meluncurkan kampanye sanksi yang komprehensif terhadap Moskow.
Editor: Ahmad Islamy Jamil