Rusia Akan Uji Coba Rudal Balistik Satan 2, Bisa Melesat 24.000 Km per Jam
MOSKOW, iNews.id - Rusia akan menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) RS-28 Sarmat yang juga disebut oleh negara Barat dengan Satan 2 dalam waktu dekat. Rudal berbobot 208 ton itu memiliki kemampuan hipersonik, diklaim bisa melesat dengan kecepatan 24.000 kilomeper per jam.
Dengan kemampuan tersebut, Satan 2 akan menambah daftar senjata paling mematikan Presden Vladimir Putin.
Menteri Pertahanan Sergei Shoigu sebelumnya mengatakan, uji terbang Satan 2 dimulai tahun ini dan harus selesai pada 2022.
“Pada 2022, gelombang pertama harus sudah memperkuat pasukan rudal strategis," kata Shoigu, saat mengunjungi lokasi pengembangan rudal di Krasnoyarsk, Siberia, seperti dikutip dari Mirror, Minggu (8/8/2021).
Rusia Siap Pasok 11 Jet Tempur Sukhoi ke Indonesia
Uji coba pertama RS-28 Sarmat, lanjut dia, akan dimulai pada musim gugur sementara yang kedua sebelum 2022.
"Kami telah melihat bagaimana Krasmash (pabrik yang memproduksi RS-28) dibangun, siap untuk memenuhi kontrak jangka panjang bagi salah satu senjata paling tangguh yang harus dimiliki negara kita, rudal Sarmat. Kita memiliki keyakinan penuh bahwa Krasmash akan menjalankan tugasnya," ujar Shoigu.
Rusia Sukses Uji Coba Rudal Hipersonik Zircon, Diklaim Tak Ada yang Bisa Mencegat
Rusia mengklaim rudal ini mampu membawa hulu ledak nuklir 10 ton ke tempat mana pun di dunia serta mampu terbang di atas Kutub Utara dan Kutub Selatan.
Perancang Satan 2 mengatakan, rudal buatannya bisa melesat di lintasan dan rute tak terduga sehingga sulit dicegat oleh sistem pertahanan rudal canggih mana pun.
Uji coba akan dilakukan dari peluncuran bawah tanah di pusat luar angkasa Rusia untuk mencapai target di Laut Pasifik. Jangkauan uji coba itu kemungkinan mencapai jarak maksimum 17.920 km.
Editor: Anton Suhartono