Rusia Dilaporkan Gunakan Tentara Lumba-Lumba dalam Perang Suriah

Arif Budiwinarto ยท Rabu, 22 Juli 2020 - 11:38:00 WIB
Rusia Dilaporkan Gunakan Tentara Lumba-Lumba dalam Perang Suriah
Citra satelit yang memperlihatkan kandang tentara lumba-lumba di Pangkalan Rusia (foto: H. Sutton)

MOSKOW, iNews.id - Militer Rusia dikabarkan melatih lumba-lumba sebagai 'mesin perang' yang digunakan dalam perang di Suriah. Demikian yang dilaporkan Forbes, Rabu (22/7/2020).

Bukti yang menguatkan laporan tersebut berdasarkan citra satelit memperlihatkan kandang tentara lumba-lumba berada di Pangkalan Angkatan Laut Rusia di Tartus sekitar tahun 2018.

Dalam tulisannya, Forbes mengutip pendapat pakar intelijen pertahanan H. Sutton yang mengatakan kemungkinan pasukan lumba-lumba tersebut berasal dari armada Angkatan Laut Rusia di Laut Hitam, dekat Sevastopol. Krimea.

Sutton memperkirakan mamalia laut itu ditugaskan untuk menghalau pasukan musuh yang hendak melakukan sabotase terhadap kapal perang atau pangkalan Rusia, atau misi mengambil alih sebuah proyek di laut.

Bila melihat keberadaan kandang lumba-lumba yang terbilang singkat dari September hingga Desember 2018, Sutton meyakini mereka sedang menjalani uji coba atau gagal menjalankan tugas.

Pada 2019, senjata mamalia Rusia yakni paus Beluga ditemukan nelayan yang sedang melaut di lepas pantai Norwegia. Nelayan terkaget ketika mengetahui paus tersebut mengenakan sabut khusus.

Bukan sekali ini angkatan bersenjata Rusia berusaha melatih lumba-lumba untuk keperluan militer. Selama perang dingin, mereka menggunakan kemampuan lumba-lumba memancarkan sonar untuk mencari ranjau laut atau mendeteksi keberadaan kapal selam musuh.

Keterlibatan Rusia dalam perang Suriah sudah terjadi sejak September 2015. Presiden Suriah, Basyar al-Assad, meminta langsung pada Presiden Rusia, Vladimir Putin, untuk membantu mereka dalam menumpas pemberontakan.

Editor : Arif Budiwinarto