Rusia Ejek PM Inggris Boris Johnson Naik Jet Tempur Sambil Isi Bahan Bakar di Udara

Anton Suhartono ยท Rabu, 20 Juli 2022 - 13:48:00 WIB
Rusia Ejek PM Inggris Boris Johnson Naik Jet Tempur Sambil Isi Bahan Bakar di Udara
Boris Johnson naik jet tempur Typhoon menjadi ejekan Rusia (Foto: Sky News/Downing Street)

MOSKOW, iNews.id - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang segera mundur dari jabatannya menjadi target ejekan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia. Juru Bicara Kemlu Maria Zakharova mengomentari tayangan video saat Johnson menaiki jet tempur Typhoon

Johnson mengikuti penerbangan demonstrasi Angkatan Udara (AU) Kerajaan Inggris (RAF) di Lincolnshire.

Dalam video yang dirilis kantor perdana menteri Downing Street, Johnson tampak memegang kendali jet tempur saat mengisi bahan bakar di udara. Dia mengarahkan kamera ke jet tempur lain di sampingnya serta pesawat tanker sambil mengacungkan jempol ke atas.

“Boris Johnson tampaknya menunjukkan bahwa dia senang harga bahan bakar selangit, dan mengisi bahan bakar hanya untuk kalangan surgawi. Humor bahasa Inggris,” demikian komentar Zakharova, di Telegram.

Johnson membagikan pengalamannya saat berbicara di ajang Pameran Kedirgantaraan Farnborough pada Senin lalu. Itu merupakan pengalaman terbang pertamanya dengan jet tempur selama lebih dari 25 tahun. Dia mengakui isu energi sangat mengganggu pikirannya sebagai kepala pemerintahan Inggris.

Dia juga mulai berpikir bagaimana pemerintahannya mengurangi kebergantungan energi dari Rusia. Pasca-invasi militer ke Ukraina, beberapa negara, termasuk Inggris, memberlakukan sanksi kepada Rusia yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk pembatasan impor energi. 

Akibatnya, negara-negara yang sebelumnya memiliki ketergantungan tinggi pada pasokan Rusia kini menghadapi kehancuran ekonomi. 

Inggris, meskipun tidak secara langsung bergantung pada energi Rusia, ikut menderita. Kenaikan harga energi sangat memengaruhi biaya hidup. 

Tak heran Presiden Vladimir Putin menuduh para pemimpin di Eropa melakukan bunuh diri ekonomi dengan melepaskan ketergantungan dari energi Rusia.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda