Rusia Ingin Bahas soal Bucha di Dewan Keamanan PBB, Inggris Malah Menolak
“Mengingat provokasi terang-terangan oleh radikal Ukraina di Bucha, Rusia menuntut pertemuan Dewan Keamanan PBB diadakan pada Senin sore, 4 April,” kata Wakil Utusan Pertama Rusia untuk PBB, Dmitry Polyansky, di Telegram, kemarin.
Setelah Rusia menarik diri dari beberapa daerah di sekitar Kiev, pihak Ukraina mengklaim menemukan ratusan mayat di Bucha. Wali kota setempat mengatakan, mayat-mayat itu adalah korban pembantaian oleh pasukan Rusia. Kota Bucha berjarak 37 km sebelah barat laut ibu Kiev.
Namun, Rusia membantah tuduhan yang menyebut pasukannya membunuh warga sipil di Bucha. Moskow yakin, tidak ada penduduk yang menderita akibat kekerasan dari pasukan Rusia.
Zakharova mengatakan, gambar-gambar mayat warga sipil di Bucha yang beredar belakangan ini adalah pesanan dari AS.
“Siapa yang menguasai provokasi? Tentu saja Amerika Serikat dan NATO,” kata Zakharova, kepada stasiun televisi pemerintah, seperti dilaporkan kembali Reuters, hari ini.
Dia menjelaskan, kecaman dari Barat atas foto dan video warga yang tewas mengindikasikan bagian dari skenario yang direncanakan untuk menodai reputasi Rusia.
Editor: Ahmad Islamy Jamil