Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ukraina Mungkin Gelar Referendum Tahun Ini untuk Serahkan Wilayah ke Rusia
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Lumpuhkan Ribuan Infrastruktur Militer Ukraina sejak Awal Invasi

Minggu, 06 Maret 2022 - 18:57:00 WIB
Rusia Lumpuhkan Ribuan Infrastruktur Militer Ukraina sejak Awal Invasi
Serangan Rusia ke Ukraina telah menewaskan 227 warga sipil hingga 1 Maret (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam pernyataan terpisah, Kepala Pusat Kontrol Pertahanan Nasional Rusia, Kolonel Jenderal Mikhail Mizintzev mengatakan, nasionalis di Ukraina menahan sekitar 5.000 orang asing sebagai sandera.

"Para militan dari batalyon nasionalis terus menyandera sebagai 'perisai manusia' sekitar 5.000 orang asing." katanya. 

Di Kharkiv, ada 1.500 siswa dari India, 200 warga Yordania, 40 warga Mesir, 15 warga negara Vietnam. Di Kota Sumy, ada 576 warga negara India, 159 warga Tanzania, 121 warga China, 100 mahasiswa dari Ghana, 60 warga Mesir, 45 warga Yordania, 16 mahasiswa dari Pakistan, 15 warga Tunisia dan 14 warga Zambia. 

Mizintsev menyuarakan keprihatinan tentang nasib orang asing, dengan mempertimbangkan bahwa unit yang disebut "pertahanan teritorial" Ukraina menggunakan ideologi, simbolisme, dan salam Nazi Jerman.

Dia mengatakan kaum nasionalis memukuli sekelompok 20 mahasiswa Pakistan di Sudja ketika mereka mencoba meninggalkan pemukiman itu.

Aktivis nasionalis mencegah evakuasi orang asing, terutama yang berkulit gelap, serta warga negara India, Israel, Indonesia, Pakistan, dan Mesir.

"Kelompok nasionalis Ukraina berencana untuk membunuh sembilan mahasiswa dari Irak yang ditahan di asrama Universitas Negeri Sumy dan berencana untuk membunuh mereka, menyalahkan Rusia untuk ini," kata Mizintsev.

Dia meminta Barat dan organisasi internasional untuk menekan militer Ukraina membebaskan orang asing dan warga sipil dari zona perang. Rusia bersumpah akan menciptakan kondisi yang diperlukan.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut