Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sadis, Pria Ini Bunuh 6 Orang termasuk Anggota Keluarga dan Pendeta
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Sebut Amerika Serang Venezuela Bukan karena Narkoba, tapi Minyak

Senin, 05 Januari 2026 - 07:07:00 WIB
Rusia Sebut Amerika Serang Venezuela Bukan karena Narkoba, tapi Minyak
Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia Dmitry Medvedev menyebut serangan AS ke Venezuela bukan untuk memerangi narkoba, melainkan minyak (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia Dmitry Medvedev menyebut serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela disertai dengan penangkapan Presiden Nicolas Maduro tidak ada hubungannya dengan operasi anti-narkoba, melainkan bermotif minyak.

Menurut mantan Presiden Rusia yang juga sekutu dekat Vladimir Putin itu, AS ingin menguasai minyak Venezuela yang cadangannya sangat melimpah.

"Tim (Presiden AS Donald) Trump keras dan sinis dalam memajukan kepentingan negaranya. Penggulingan Maduro tidak ada hubungannya dengan narkoba, hanya minyak, dan mereka secara terbuka mengakui ini," kata Medvedev, dalam pernyataannya di media sosial X, dikutip Senin (5/1/2026).

Dia meragukan Trump akan mampu mengambil alih pemerintahan Venezuela dari jauh dalam kondisi seperti ini.

Dalam pernyataan terpisah, Medvedev mengatakan operasi militer AS di Venezuela membuktikan bahwa setiap negara harus memperkuat kemampuan militernya. Alasannya serangan ini bisa saja terjadi ke negara lainnya, terutama yang bermusuhan dengan AS.

“Operasi di Karakas menjadi bukti terbaik, setiap negara harus memperkuat angkatan bersenjata semaksimal mungkin, tidak membiarkan para penjahat kaya dengan mudah mengubah tatanan konstitusional demi minyak atau hal lain," tuturnya.

Dia menegaskan, satu-satunya kekuatan maksimal yang menjamin perlindungan suatu negara adalah senjata nuklir.

Lebih lanjut Medvedev mengatakan, Venezuela merupakan negara merdeka yang tidak menimbulkan ancaman bagi AS namun harus menghadapi kenyataan yang sangat pahit. Dia juga mengkritik sikap diam negara-negara Eropa atas serangan tersebut.

Medvedev lalu menyindir bahwa serangan AS ke Venezuela merupakan contoh luar biasa dari upaya perdamaian.

"Jaminan cinta dari Amerika Latin, lagipula, doktrin Monroe sangat populer di sana. Singkatnya, langkah cemerlang lain menuju Hadiah Nobel (Perdamaian)," katanya, merujuk pada ambisi Trump mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut