Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terbang ke AS, Prabowo bakal Teken Kesepakatan Tarif Dagang dengan Trump
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Tuding AS Danai Kerusuhan Pascapilpres di Venezuela

Selasa, 30 Juli 2024 - 12:10:00 WIB
Rusia Tuding AS Danai Kerusuhan Pascapilpres di Venezuela
Polisi dan demonstran bentrok menyusul pelaksanaan pemilihan presiden Venezuela di Kota Caracas, Senin (29/7/2024). (Foto: EPA)
Advertisement . Scroll to see content

CARACAS, iNews.id - Rusia menuding Amerika Serikat berada di balik aksi unjuk rasa besar-besaran di Ibu Kota Caracas pascapemilihan presiden Venezuela pada Minggu (28/7/2024) lalu. Alasannya, Washington DC memiliki kepentingan sendiri di Venezuela dan mensponsori gerakan oposisi di negara Amerika Latin itu.

"Tentu saja, ini jelas pendanaan dari luar negeri, dan pandangan radikal dari orang-orang muda yang berpikiran hooligan yang mungkin mencari keuntungan ekonomi dalam masalah ini, yakni untuk mengambil beberapa properti, merusak sesuatu, dan mencuri, mungkin semua ini berlipat ganda," kata Anggota Duma Negara (DPR) Rusia, Alexey Volotskov, kepada Sputnik, Selasa (30/7/2024).

Volotskov berada di Caracas saat kerusuhan melanda kota itu pascapemilu kemarin. Kehadirannya di sana adalah sebagai pemantau pemilu dari Rusia. Dia mengaku menyaksikan sendiri kekacauan terjadi di ibu kota Venezuela itu.

"Hari ini, dari jendela hotel kami, kami melihat bagaimana para pengunjuk rasa mengejar seorang polisi yang mengendarai sepeda motor, menjatuhkannya, mengambil sepeda motor itu, dan mengendarainya," ujarnya.

Menurut dia, pemandangan tersebut makin membuktikan bahwa ada motif untuk mengejar properti dan ekonomi dalam unjuk rasa tersebut. Orang-orang yang terlibat dalam kerusuhan ini mencoba mencari semacam manfaat ekonomi untuk diri mereka sendiri. 

"Perampokan dan penjarahan, dikalikan dengan dukungan, slogan, dan pendanaan—yang tidak ada yang disembunyikan—dari negara Amerika, yang memiliki kepentingannya sendiri di sini dan membiayai oposisi dan kerusuhan yang saat ini kita saksikan, berada di Venezuela, di Caracas," ucap politikus Rusia itu lagi.

Venezuela menggelar pemilihan umum pada Minggu (28/7/2028). CNN melansir, sebanyak 80 persen suara telah dihitung, dan Presiden petahana, Nicolas Maduro, memperoleh lebih dari 51 persen suara. Dia mengalahkan calon presiden dari aliansi Platform Kesatuan Demokratik (PUD), Edmundo Gonzalez Urrutia, yang meraup lebih dari 44 persen suara. Data itu diperoleh dari pernyataan Dewan Pemilihan Nasional (CNE) Venezuela.

Bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa terjadi di pusat bersejarah Kota Caracas, Venezuela, Senin (29/7/2024) waktu setempat. Akses menuju Istana Kepresidenan Miraflores pun diblokir menyusul kerusuhan pascapemilu yang dimenangkan Maduro itu.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut