Hingga saat ini, sekitar 40.000 smartphone terkumpul sejak kampanye itu diluncurkan akhir tahun lalu.
Presiden Paul Kagame merespons kampanye itu dengan menjanjikan 1.500 ponsel pintar.
"Ponsel pintar seharusnya tak dianggap sebagai barang mewah. Kami mengupayakan agar ponsel pintar dapat dijadikan sebagai alat sehari-hari yang memungkinkan semua warga Rwanda memenuhi potensi mereka," cuit Kagame baru-baru ini.
Selain smartphone, kementerian juga menjanjikan kartu SIM gratis dengan gigabyte data selama tiga bulan dan diskon bundel data hingga 50 persen selama 12 bulan pertama.
"Semua orang dipersilakan untuk berdonasi, baik dalam bentuk smartphone maupun uang tunai," lanjut kementerian.
Pemerintah Rwanda berambisi memajukan literasi digital untuk kalangan usia 16-30 tahun pada 2024.
Editor: Nathania Riris Michico
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku