Sadis! Junta Militer Myanmar Disebut Gunakan Pandemi Covid untuk Habisi Lawan Politik

Ahmad Islamy Jamil · Jumat, 30 Juli 2021 - 15:39:00 WIB
Sadis! Junta Militer Myanmar Disebut Gunakan Pandemi Covid untuk Habisi Lawan Politik
Dalam sepekan terakhir, angka kematian per kapita akibat Covid di Myanmar melampaui Indonesia dan Malaysia. (Foto: Reuters)

Pemimpin junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing mengatakan, pemerintahannya juga berupaya mencari dukungan dari ASEAN dan “negara-negara sahabat” untuk menanggulangi wabah virus corona.

“Upaya harus dilakukan untuk memastikan kesehatan yang lebih baik bagi negara dan masyarakat,” klaimnya seperti dikutip surat kabar pelat merah itu.

Pada Kamis (29/7/2021) kemarin, Myanmar melaporkan 342 kematian dan 5.234 kejadian infeksi Covid. Selama tujuh hari terakhir, rata-rata kematian per 1 juta orang di sana naik menjadi 6,29—lebih dari dua kali lipat dari rata-rata di India, yakni sebanyak 3,04 pada puncak krisisnya pada Mei lalu. 

Tak hanya itu, data Covid di Myanmar juga dianggap kurang belum menunjukkan jumlah yang sebenarnya, lantaran kurangnya pengujian dan pelaporan oleh pihak berwenang.

“Ada perbedaan besar antara jumlah kematian sebenarnya dari Covid-19 di Dewan Militer (junta) dan kenyataan,” kata seorang dokter dari rumah sakit umum di Mawlamyine (kota terbesar keempat di Myanmar), yang berbicara secara anonim kepada AP karena takut kepada junta.

“Ada banyak orang di masyarakat yang meninggal karena penyakit (Covid) ini, tapi mereka tak masuk dalam hitungan,” tuturnya.

Video yang menyebar di media sosial menunjukkan, sejumlah warga meninggal di rumah mereka karena kurangnya perawatan dan antrean panjang pasien menunggu pasokan oksigen. Namun, pemerintah junta menyangkal laporan yang menyebutkan bahwa tempat pemakamana umum di Yangon (kota terbesar Myanmar) telah kewalahan akibat meningkatnya jumlah kematian. 

Namun, pada Selasa (27/7/2021) lalu pemerintah kemudian mengumumkan bahwa mereka sedang membangun fasilitas pemakaman baru yang dapat mengkremasi hingga 3.000 mayat per hari.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: