Salah Spekulasi Sebut Kim Jong Un Tak Bisa Jalan, Pembelot Korut Minta Maaf

Anton Suhartono ยท Selasa, 05 Mei 2020 - 14:16 WIB
Salah Spekulasi Sebut Kim Jong Un Tak Bisa Jalan, Pembelot Korut Minta Maaf

Kim Jong Un tampil ke publik setelah dirumorkan meninggal atau sakit. Dia tampak bugar (Foto: KCNA via AFP)

SEOUL, iNews.id - Thae Yong Ho, mantan pejabat Korea Utara (Korut) yang pernah menjadi duta besar untuk Inggris sebelum membelot ke Korea Selatan (Korsel), meminta maaf atas pernyataannya pekan lalu bahwa Kim Jong Un sakit dan tak bisa berjalan.

Kim tak muncuk ke publik selama 3 pekan, bahkan absen saat peringatan ulang tahun pendiri negara yang juga kakeknya Kim Il Sung pada 15 April 2020. Berbagai sepekulasi muncul, bahkan menyebut Kim meninggal dunia akibat serangan jantung.

Spekulasinya menjadi mentah setelah media Korut KCNA dan surat kabar Rodong Sinmun menerbitkan foto Kim menghadiri peresmian pabrik di Pyongon Utara. Kim bahkan tampak sangat sehat dan bugar, jauh dari spekulasi yang selama ini disampikan para pembelot negara itu, termasuk Thae.

Pembelot yang pada bulan lalu terpilih menjadi anggota parlemen Korsel itu meminta maaf atas pernyataannya.

"Saya sadar, salah satu alasan mengapa banyak dari Anda memilih saya sebagai anggota parlemen adalah adanya harapan tentang analisis dan proyeksi yang akurat tentang masalah Korea Utara. Saya mengaku bersalah dan memikul tanggung jawab yang berat. Apa pun alasannya, saya meminta maaf kepada semua orang,” kata Thae, dalam pernyataan, dikutip dari Reuters, Selasa (5/5/2020).

Ada seorang pembelot Korut lainnya yang juga terpilih menjadi anggota parlemen Korsel, Ji Seong Ho, yang sempat berspekulasi soal hilangnya Kim.

Lebih parah dari Thae, dalam wawancara televisi Ji yakin 99 persen Kim telah meninggal setelah operasi jantung.

Pria yang pernah diundang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghadiri pidato kenegaraan pada 2018 itu akan menyampaikan pernyataan paling lambat pada Sabtu mendatang.

Namun dalam wawancara dengan Reuters baru-baru ini, dia yakin akan kabar kematian Kim  merujuk pada sumber yang tidak bisa dia ungkapkan.

Editor : Anton Suhartono