Salip Inggris, Brasil Jadi Negara Terbanyak Ketiga Kasus Corona di Dunia

Ahmad Islamy Jamil ยท Selasa, 19 Mei 2020 - 12:06 WIB
Salip Inggris, Brasil Jadi Negara Terbanyak Ketiga Kasus Corona di Dunia

Presiden Brasil Jair Bolsonaro. (Foto: AFP)

BRASILIA, iNews.idBrasil kini berada di posisi ketiga dalam daftar negara dengan jumlah kasus virus corona (Covid-19) terbanyak di dunia. Dengan total 254.220 kasus infeksi yang dikonfirmasi, Brasil kini telah melampaui Inggris, Spanyol, dan Italia hanya dalam tempo 72 jam terakhir.

Brasil berada di bawah Amerika Serikat (1,5 juta kasus) dan Rusia (290.678 kasus). Negeri samba itu juga telah mencatatkan 16.792 kasus kematian akibat Covid-19 sejauh ini, urutan keenam tertinggi di dunia.

Brasil, negara raksasa di Amerika Selatan yang berpenduduk 210 juta orang itu, sedang terpecah oleh pertempuran politik di antara para pejabatnya tentang bagaimana merespons wabah virus tersebut. Presiden Jair Bolsonaro menganggap remeh virus itu, membandingkannya dengan flu biasa.

Dia juga mengutuk kebijakan negara-negara bagian membatasi pergerakan orang dan menutup tempat-tempat bisnis. Bolsonaro pun mendesak agar warga negaranya segera kembali bekerja untuk menghentikan kehancuran ekonomi di negara itu.

Akan tetapi, permintaan sang presiden tak diacuhkan oleh pemerintah negara-negara bagian dan pemerintah daerah—yang meminta warga mereka untuk tetap tinggal di rumah dan mempraktikkan jaga jarak sosial (social distancing). Langkah pemerintah negara-negara bagian itu pun didukung oleh Mahkamah Agung Brasil, yang memberikan mereka keputusan akhir dalam masalah ini.

Pada Jumat (15/5/2020) lalu, Menteri Kesehatan Brasil Nelson Teich mengundurkan diri. Ini adalah yang kedua kalinya Bolsonaro kehilangan anak buah untuk membantunya di bidang kesehatan, setelah sebulan lalu dia memecat Luiz Henrique Mandetta dari jabatan tersebut. Mandetta dipecat karena selalu berseberangan dengan Bolsonaro dalam merumuskan kebijakan penanganan wabah Covid-19.

Sementara, pengunduran diri Teich juga dipicu oleh ketidakcocokannya dengan sikap Bolsonaro dalam menangani Covid-19. Teich hanya 29 hari menjabat menkes.

Berita Lain Bisa Dibaca di Okezone.com: Trump Ancam Setop Pendanaan WHO Selamanya

Editor : Ahmad Islamy Jamil