Sampai Kemarin, 17 Tokoh Rezim Iran Meninggal akibat Corona

Ahmad Islamy Jamil ยท Selasa, 31 Maret 2020 - 14:12 WIB
Sampai Kemarin, 17 Tokoh Rezim Iran Meninggal akibat Corona

Kolase tokoh-tokoh Iran yang meninggal akibat wabah corona. (Foto: Alarabiyah)

TEHERAN, iNews.id – Sedikitnya 17 tokoh penguasa dan elite di rezim Iran telah meninggal dunia akibat terinfeksi virus corona (Covid-19). Sementara, 13 tokoh lainnya terinfeksi sejak awal wabah itu melanda Negeri Persia.

Hingga Senin (30/3/2020), sebanyak 2.640 orang di Iran telah meninggal dunia karena virus corona. Sementara total kasus infeksi di sana sampai kemarin mencapai 38.309 kasus yang dikonfirmasi.

Mantan Wakil Ketua Parlemen Iran, Mohammad Reza Khatami, menjadi tokoh masyhur terbaru di Iran yang terinfeksi virus corona. Menurut Kantor Berita Tasnim, Khatami adalah satu di antara para pendukung Revolusi Islam yang menduduki Kedutaan AS di Teheran dan menyandera 52 diplomat AS pada 1979.

Khatami menjabat wakil ketua Parlemen Iran dari 2000 hingga 2004. Dia adalah adik dari mantan Presiden Mohammad Khatami.

Wakil Presiden pertama Iran, Eshaq Jahangiri, juga masuk dalam daftar tokoh penguasa Iran yang terinfeksi virus asal Wuhan China itu. Dia dilaporkan mengidap Covid-19 pada 11 Maret.

Pada hari yang sama Menteri Pariwisata Ali Asghar Mounesan dan anggota Dewan Kemanusiaan Mohammad Ali Iravani juga dikabarkan terinfeksi virus corona. Iravani juga menjabat anggota di Kantor Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Menurut laporan Alarabiyah, ada 17 elite di rezim Iran yang meninggal akibat wabah corona, termasuk tokoh militer, tokoh agama, dan politisi. Salah satunya adalah anggota pendiri Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Habib Barzegari, meninggal karena corona pekan lalu.

Selanjutnya, ada mantan anggota parlemen Iran, Hamid Kahram, yang dilaporkan meninggal pada 19 Maret. Anggota Majelis Pakar Iran, Ayatollah Hashem Bathaei-Golpaygani, juga meninggal karena corona. Kabat kematiannya dilaporkan kantor berita resmi IRNA pada 16 Maret lalu.

Majelis Pakar Iran adalah badan ulama yang mengawasi dan mengangkat pemimpin tertinggi di negeri itu. Secara teori, badan itu juga mampu menggulingkan pemimpin tertinggi dari posisinya.

Sebelum kematiannya, Bathaei-Golpaygani sempat menyalahkan AS sebagai biang penyebab meluasnya wabah corona hingga menjadi pandemi global.

“Menurut pendapat saya, Amerika adalah sumber virus corona. Tentara Amerika memproduksinya dan menyebarkan virus itu di Cina,” kata dia saat berpidato pada 22 Februari lalu.

Selanjutnya, elite Iran yang meninggal akibat virus mematikan itu adalah Komandan Senior IRGC, Nasser Shabani; Komandan Senior IRGC lainnya, Hossein Asadollahi; mantan Duta Besar Iran untuk Suriah, Hossein Sheikholeslam; mantan anggota parlemen Mohammadreza Rahchamani; anggota parlemen Fatemeh Rahbar dan Mohammad Ali Ramezani; anggota Dewan Pertimbangan Iran, Mohammad Mirmohammadi, dan; mantan Duta Besar Iran untuk Vatikan, Hadi Khosroshahi.

Selain itu, masih ada beberapa nama elite lain di Iran yang meninggal karena corona. Menurut statistik resmi, 150.000 penduduk di Iran mengalami kerusakan paru-paru karena terpapar senjata kimia selama perang 1980-1988 dengan Irak. Mereka itu sangat rentan akan wabah corona.

Editor : Ahmad Islamy Jamil