Sampul Buku Berusia Seabad Dibuat dari Kulit Manusia, Universitas Harvard Minta Maaf
Pihak kampus mengatakan, mereka sedang berkonsultasi dengan pihak berwenang Prancis—tempat buku itu berasal—untuk mengetahui pendapat mereka mengenai jasad manusia yang digunakan sebagai sampul buku tersebut.
Luar Biasa! Anak Ini Penghafal Alquran, Emaknya Jebolan Harvard University
Harvard sangat tertarik dengan kisah mengerikan yang terdapat dalam buku tersebut. Kampus yang secara luas diakui sebagai perguruan tinggi tertua di Amerika Serikat itu pun menyebut penemuan pada 2014 itu sebagai “kabar baik” bagi para penggemar bibliopegi antropodermik, bibliomaniak, dan kanibal.
Bibliopegi antropodermik adalah praktik mengikat buku dengan kulit manusia. Dalam unggahan di laman blog universitas pada 2014, Harvard menyatakan bibliopegi pernah menjadi praktik yang relatif umum di masa silam.
Hassaan Shahawy, Muslim Pertama Terpilih Jadi Presiden Harvard Law Review
Pada tahun yang sama, Harvard menyatakan bahwa Dr Ludovic Bouland selaku pemilik pertama buku yang ditulis oleh penulis Prancis, Arsene Houssaye, itu telah mengambil kulit dari jenazah seorang perempuan sakit jiwa. Perempuan itu meninggal karena serangan jantung, di rumah sakit tempat Bouland bekerja.
Bouland konon telah memberi tahu Houssaye mengenai penggunaan kulit perempuan itu lewat sebuah catatan. “Sebuah buku tentang jiwa manusia layak mendapat sampul manusia,” demikian bunyi catatan itu.
China Sebut Hasil Penelitian Harvard soal Covid-19 Konyol