Satelitnya Gagal Masuk Orbit, Iran Tetap Senang

Anton Suhartono ยท Senin, 10 Februari 2020 - 09:01 WIB
Satelitnya Gagal Masuk Orbit, Iran Tetap Senang

Sateli Iran gagal mencapai orbit setelah diluncurkan pada 9 Februari 2020 (Foto: AFP)

TEHERAN, iNews.id - Pemerintah Iran mengumumkan pelucuran satelit terbaru mereka, Minggu (9/2/2020). Meski satelit itu gagal masuk orbit, Iran mengklaim senang dengan pelucuran ini karena tak meledak seperti saat percobaan pada tahun lalu.

Peluncuran satelit bernama Zafar, berarti kemenangan dalam bahasa Persia, ini berlangsung beberapa hari sebelum perayaan 41 tahun Revolusi Islam dan pemilu presiden.

Juru bicara kementerian pertahanan Iran bidang ruang angkasa, Ahmad Hosseini, mengatakan, satelit diluncurkan pukul 19.15 waktu setempat menggunakan rolet Simorgh. Pada awalnya satelit berhasil meluncur hingga 90 persen perjalanan mencapai ketinggian 540 kilometer.

"Roket Simorgh berhasil mendorong satelit Zafar ke luar angkasa," ujarnya, serata menambahkan, di saat-saat terakhir roket tidak bisa mencapai kecepatan yang diperlukan untuk memasukkan satelit ke orbit, dikutip dari AFP, Senin (10/2/2020).

Namun hasil ini menjadi pelajaran berharga bagi pihaknya untuk memperbaiki kekurangan di masa mendatang sehingga peluncuran berikutnya akan sukses.

"Insya Allah dengan perbaikan di masa mendatang, peluncuran bagian dari misi ini akan berlangsung dengan baik," tuturnya.

Dia menambahkan, sebagian besar dari tujuan peluncuran sudah tercapai, termasuk mengumpulkan data-data penting. Dalam waktu dekat, data-data tersebut akan dianalisis lalu ditindaklanjuti dengan langkah selanjutnya.

Menteri Telekomunikasi Mohammad Javad Azari Jahromi dalam cuitannya mengakui bahwa peluncuran satelit gagal.

"Tapi, kami tak akan bisa dihentikan! Kami masih punya lebih banyak satelit besar!" kata Jahromi, dalam bahasa Inggris.

"Saya ingin membuat Anda senang dengan #good_news tapi terkadang hidup tidak berjalan seperti yang kita inginkan," kata dia, melanjutkan dalam bahasa Persia.

Bukan hanya para pejabat Iran yang mengomentari kegagalan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkapkan rasa senangnya melaui cuitan.

"Iran gagal meluncurkan satelit hari ini. Mereka juga gagal mengirim senjata ke Suriah dan Lebanon karena kami beroperasi di sana sepanjang waktu," tuturnya.

Tapi di hari yang sama, Iran meluncurkan rudal balistik jarak pendek serta mesin roket generasi terbaru untuk membawa satelit ke luar angkasa.

Situs web Garda Revolusi mengungkap, rudal Raad-500 dilengkapi dengan mesin Zoheir terbuat dari bahan komposit yang membuatnya lebih ringan dibandingkan model sebelumnya yang menggunakan material baja.

Sementara mesin peluncur baru diberi nama Salman terbuat dari bahan yang sama namun dilengkap dengan nozzle bergerak. Keunggukan dari mesin ini memungkinkan roket melakukan manuver di luar atmosfer.


Editor : Anton Suhartono